Khutbah Jumat 10 Juli 2026 Angkat Pesan Menjaga Lisan, Diam Disebut Jalan Keselamatan

Khutbah Jumat untuk 10 Juli 2026 mengajak umat Islam memberikan perhatian lebih terhadap cara menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan utama yang disampaikan menegaskan bahwa ucapan dapat menjadi sebab seseorang meraih kebaikan, tetapi juga dapat menyeretnya pada keburukan apabila tidak dijaga.

Pada pembukaan khutbah dijelaskan bahwa kemampuan berbicara merupakan nikmat yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Hal itu merujuk pada firman Allah dalam Surah Ar-Rahman ayat 3-4 yang menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dan mengajarkannya pandai berbicara.

Khutbah mengingatkan bahwa lisan ibarat dua sisi yang berbeda. Ucapan dapat menjadi sarana menyebarkan kebenaran, menguatkan persaudaraan, dan mendekatkan diri kepada Allah. Sebaliknya, perkataan yang tidak terkendali dapat menjadi penyebab datangnya dosa.

Imam al-Ghazali Uraikan Bahaya Lisan

Mengacu pada penjelasan Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin, terdapat 20 bentuk bahaya lisan yang perlu diwaspadai setiap Muslim. Di antara berbagai bentuk tersebut, beberapa dinilai paling dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Pertama ialah berkata kasar dan mengucapkan perkataan yang kotor. Rasulullah SAW menegaskan bahwa seorang mukmin bukan pribadi yang gemar mencela, melaknat, berkata keji, maupun mengeluarkan ucapan yang buruk.

Bahaya berikutnya adalah menghina dan mencaci sesama Muslim. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa menghina seorang Muslim termasuk perbuatan fasik.

Khutbah juga mengingatkan agar umat menjauhi ghibah atau menggunjing serta namimah atau mengadu domba. Kedua perilaku tersebut kerap dianggap sepele, padahal dapat merusak hubungan antarsesama.

Selain itu, berdusta disebut sebagai salah satu jalan menuju sifat kemunafikan. Tidak kalah penting, umat Islam juga diingatkan agar tidak menghabiskan waktu untuk membicarakan hal-hal yang tidak membawa manfaat.