>>> AS Curiga Israel Rencanakan Pembunuhan Menlu dan Ketua Parlemen Iran

Setiap Ucapan Dicatat Malaikat

Dalam materi khutbah ditegaskan bahwa seluruh perkataan manusia berada dalam pengawasan Allah SWT. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Infitaar ayat 10-11 mengenai keberadaan malaikat yang mencatat setiap amal manusia.

Karena itu, setiap ucapan memiliki konsekuensi. Lisan yang tidak dijaga dapat menjadi penyebab seseorang mendapatkan azab apabila digunakan untuk kebohongan, fitnah, maupun menyakiti orang lain.

Khutbah kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam."

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa memilih diam ketika tidak mampu menyampaikan perkataan yang baik merupakan sikap yang lebih selamat daripada mengucapkan sesuatu yang berpotensi mendatangkan dosa.

Ajakan Menjaga Lisan Termasuk di Media Sosial

Pada khutbah kedua, jamaah diajak memohon kepada Allah SWT agar diberi kemampuan menjaga lisan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat berinteraksi melalui media sosial.

Doa yang dipanjatkan memohon agar lisan senantiasa digunakan untuk berzikir, berkata jujur, serta dijauhkan dari kebiasaan berdusta, menggunjing, dan menyebarkan fitnah. Khutbah ditutup dengan ajakan memperbanyak mengingat Allah serta menjalankan perintah-Nya untuk menegakkan keadilan dan berbuat kebajikan.