Pemerintah China meningkatkan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memperluas penyebaran ideologi negara dan pemikiran Presiden Xi Jinping secara digital.

Langkah ini direalisasikan melalui proyek besar berbasis AI yang dikelola oleh Xinhuanet, perusahaan media milik pemerintah di bawah naungan kantor berita Xinhua.

>>> Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Kalahkan Unggulan Kedelapan di Perempat Final Istora

Dana investasi yang dialokasikan mencapai lebih dari 1,1 miliar yuan atau setara dengan kisaran US$ 162,4 juta.

Berdasarkan dokumen resmi yang diserahkan ke Bursa Efek Shanghai, sistem AI baru ini dinamakan proyek Xinhua Yudian atau Kamus Xinhua.

Agen AI cerdas tersebut diprogram khusus untuk mendalami, meneliti, dan menyebarluaskan pokok-pokok penting dari gagasan resmi negara.

Fokus utama sistem ini adalah "Pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Karakteristik China untuk Era Baru".

Melalui sistem ini, pengguna akan mendapatkan pasokan informasi terkini mengenai berbagai isu aktual dan perkembangan berita politik dalam negeri.

Pihak manajemen Xinhuanet menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk membantu masyarakat menghadapi arus informasi yang masif.

Sistem ini juga diposisikan sebagai solusi untuk mengatasi hambatan publik dalam membedakan informasi valid dan kabar keliru.

Fondasi pengembangan AI ini sepenuhnya mengacu pada nilai-nilai utama pemerintahan China guna mendukung penyebaran narasi positif yang sejalan dengan kebijakan Beijing.

>>> Hasil Undian ASEAN Club Championship 2026/2027: Persib dan Borneo FC Masuk Grup Berbeda

Proyek ini menjadi bagian dari strategi nasional di bawah cetak biru kebijakan AI+ yang diluncurkan sejak Maret lalu.

Program strategis tersebut bertujuan mengoptimalkan adopsi AI di berbagai sektor ekonomi domestik.

Inisiatif ini juga merupakan kelanjutan dari program digital sebelumnya, seperti aplikasi propaganda Xuexi Qiangguo yang dirilis pada 2019.