Ia mengusulkan solusi berupa pendekatan seperti pola asuh orang tua, termasuk memberikan "naluri keibuan" pada AI agar memiliki keinginan alami melindungi manusia.

Hinton juga memprediksi bahwa keberhasilan menciptakan entitas baru ini akan menjadi penghinaan intelektual ketiga dalam sejarah, setelah teori Copernicus dan teori evolusi Darwin.

Namun, tidak semua pakar setuju.

Ilmuwan kognitif Gary Marcus membantah keras, menyebut AI hanyalah fiksi interaktif yang dilatih memprediksi bahasa, bukan makhluk bernyawa.

Marcus menegaskan AI hanya menghafal pola data di internet, bukan membangun model berdasarkan pengalaman hidup dan kesadaran seperti manusia.

>>> Teleskop James Webb Temukan Galaksi Purba LAP1-B, Ungkap Masa Awal Alam Semesta

Terlepas dari perdebatan, Hinton menutup sesinya dengan membandingkan dirinya dengan J. Robert Oppenheimer, bapak bom atom yang menyesali karyanya.