Rupiah Tembus Rp18.074 per Dolar AS, Ekonom Ingatkan Risiko Berantai
Ancaman Sentimen Pasar dan Kepanikan
Pelemahan yang menembus batas psikologis ini memicu volatilitas tinggi di pasar modal. IHSG jatuh ke level terendah hampir enam tahun, dan investor asing melakukan aksi jual.
>>> Bank Sentral India Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,25 Persen
Pergeseran ini dikhawatirkan memicu efek bola salju yang digerakkan oleh kepanikan pasar, bukan lagi refleksi fundamental ekonomi. Pelemahan rupiah bisa dipercepat oleh kepanikan dan perilaku ikut-ikutan pelaku pasar.
Mencegah Level Normal Baru
Otoritas moneter dituntut bertindak cepat untuk meredam ekspektasi liar. Josua menyarankan BI mencegah pasar membaca Rp18.000 sebagai level normal baru.
Jika tidak, eksportir bisa menahan devisa, importir mempercepat pembelian dolar, korporasi memperbesar lindung nilai, dan rumah tangga menambah permintaan dolar.
Secara fundamental, rupiah saat ini dinilai sudah terlampau murah.
REER Mei 2026 diperkirakan rupiah undervalued lebih dari 5%, dengan nilai wajar USD/IDR di bawah Rp17.000.
Namun, undervalued tidak berarti rupiah otomatis menguat dalam waktu dekat. Dalam periode tekanan pasar, kurs bisa menyimpang jauh dari nilai fundamental.
Rekomendasi Respons Berlapis
Langkah penanganan komprehensif dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, hingga lembaga pengawas keuangan sangat dibutuhkan. Menurut Josua, respons terbaik adalah berlapis.
BI perlu memperkuat intervensi di pasar spot, DNDF, dan NDF luar negeri, menjaga SRBI tetap menarik, serta membeli SBN di pasar sekunder untuk mencegah lonjakan yield.
Kemenkeu perlu memberi kepastian bahwa defisit tetap terkendali, subsidi energi dikelola transparan, dan penerbitan SBN tidak dipaksakan saat pasar meminta bunga terlalu mahal.
>>> Sutradara Devil May Cry Isyaratkan Season 3 sebagai Penutup Trilogi
Pemerintah juga perlu menjelaskan kebijakan DHE SDA dan tata kelola ekspor agar tidak menimbulkan kesan kontrol berlebihan. OJK dan BEI perlu mempercepat reformasi pasar modal.
Update Terbaru
Apakah Film Office Romance (2026) Bakal Lanjut Season 2?
Jumat / 05-06-2026, 14:20 WIB
Kapitalisasi Pasar BEI Menguap Rp5.700 Triliun Akibat IHSG Melemah
Jumat / 05-06-2026, 14:20 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tanggapi Rumor Penurunan Rating Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 14:20 WIB
Profil Audrey Jesslyn Selebgram yang Resmi Menikah dengan Hassan Alaydrus di KUA Tebet: Umur, Agama dan Akun IG
Jumat / 05-06-2026, 14:19 WIB
21 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman Tayang di Indosiar Malam Ini 5 Juni 2026
Jumat / 05-06-2026, 14:17 WIB
FIFA Terapkan Format Baru di Piala Dunia 2026 dengan 48 Tim
Jumat / 05-06-2026, 14:16 WIB
PT Medela Potentia Luncurkan Armada Mobil Listrik Perdana untuk Distribusi
Jumat / 05-06-2026, 14:16 WIB
Polisi Selidiki Pembunuhan Dua Turis di Taman Nasional Kruger
Jumat / 05-06-2026, 14:16 WIB
Aplikasi DANA Sediakan Fitur DANA Kaget untuk Berbagi Saldo Gratis
Jumat / 05-06-2026, 14:16 WIB
Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator Kasus Korupsi Program MBG
Jumat / 05-06-2026, 14:16 WIB
DPR Perkuat Peran Bank Indonesia Lewat Revisi UU P2SK
Jumat / 05-06-2026, 14:12 WIB
Kemenhaj Sumenep Imbau Warga Tak Gelar Konvoi Berlebihan Sambut Jemaah Haji
Jumat / 05-06-2026, 14:12 WIB
Kumpulan Soal Cerdas Cermat Pengetahuan Umum untuk SD, SMP, dan SMA
Jumat / 05-06-2026, 14:12 WIB
TOP 30 Acara TV dan Sinetron dengan Rating Terbaik Hari ini 6 Juni 2026 ada Asmara Gen Z yang Mulai Tergeser
Jumat / 05-06-2026, 14:11 WIB






