Steam, platform distribusi game milik Valve, dikenal luas sebagai salah satu toko game digital terbesar di dunia.

Di balik kesuksesannya, terdapat perdebatan internal yang melibatkan pendiri Valve, Gabe Newell, dengan tim pengacara perusahaan.

>>> Uber Pangkas 23 Persen Karyawan Divisi SDM dan Kebudayaan

Dokumen internal Valve yang diungkap dalam laporan Bloomberg menunjukkan bahwa Gabe Newell menentang keras usulan pengacara untuk memperketat moderasi konten game dewasa.

Ia mempertanyakan logika di balik pembatasan tersebut.

Menurut Gabe Newell, tindakan sensor atau pembatasan game dewasa justru akan memberikan citra buruk bagi Valve.

Langkah proteksi berlebihan dinilai membuat perusahaan terlihat tidak konsisten di mata publik, terutama para gamer yang menjadi konsumen utama Steam.

>>> Veda Ega Pratama Jaga Posisi Lima Besar Moto3 GP Italia 2026

Keputusan ini menjelaskan mengapa Steam masih mempertahankan distribusi game dewasa hingga saat ini.

Valve telah menyediakan fitur Safe Search yang memungkinkan pengguna menyaring atau mematikan konten dewasa sesuai preferensi.

Kebijakan pemblokiran produk digital di Steam lebih difokuskan pada game ilegal. Pengembang dan penerbit tetap harus mematuhi pedoman baku Valve agar produk mereka dapat dipasarkan.

Baru-baru ini, Valve menghapus game Beyond the Dark dan PirateFi karena terbukti menyisipkan malware.

>>> Persib dan Borneo FC Hadapi Lawan Berat di ASEAN Club Championship

Selain itu, game berjudul Horse juga dilarang di Steam dan Epic Games karena mengandung elemen horor yang melanggar aturan.