Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam adopsi ChatGPT Images 2.0 sejak peluncurannya pada 22 April lalu.

Data internal menunjukkan jumlah pembuatan gambar harian meningkat hingga 70% dibandingkan minggu pertama.

>>> Kuasa Hukum Bantah Video Viral Sarwendah Sindir Ruben Onsu

Pertumbuhan ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara maju seperti Singapura, Jepang, Thailand, dan Taiwan. Gabriel Goh, Lead Researcher ChatGPT Images 2.0 di OpenAI, mengapresiasi kreativitas pengguna Indonesia.

"Kami sangat antusias melihat seberapa cepat masyarakat Indonesia mengadopsi teknologi ini. Ide-ide paling menarik justru datang dari pengguna yang menciptakan konsep mereka sendiri," ujar Goh.

Pola Penggunaan dan Kategori Utama

Dalam satu bulan terakhir, penggunaan ChatGPT Images 2.0 di Indonesia terbagi dalam dua kategori utama: kreasi ekspresif dan kebutuhan praktis.

Pengguna memanfaatkannya untuk solusi profesional seperti pembuatan headshot dan materi promosi bisnis.

>>> Meteorit Sahara NWA 12774 Ungkap Keberadaan Planet Purba yang Hilang

Kategori lainnya meliputi kreasi sosial seperti stiker dan avatar, visual praktis seperti foto headshot, analisis warna dan gaya busana, serta kebutuhan bisnis seperti presentasi dan mockup.

Salah satu keunggulan versi 2.0 adalah kemampuan rendering teks yang lebih akurat, termasuk dalam Bahasa Indonesia. Pengguna kini dapat membuat infografis dengan teks yang tepat.

Menjelang pertengahan 2026, OpenAI mendorong pengguna melakukan Personal Check-in untuk memvisualisasikan pencapaian tahun ini dalam bentuk infografis.

>>> Aktor Top Gun: Maverick James Handy Tewas Ditikam Anak Kekasih

Fitur ini dapat diakses melalui aplikasi mobile atau web pada menu Images.