Perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk, SpaceX, dilaporkan tetap mempertahankan harga penawaran umum perdana saham (IPO) pada angka US$135 per saham.

Nilai total dari proses penawaran perdana tersebut mencapai US$75 miliar.

>>> Amartha Salurkan Pembiayaan UMKM Rp47 Triliun, 70 Persen ke Luar Jawa

Langkah ini disampaikan kepada bank-bank penjamin emisi sebagai komitmen atas harga yang tertera dalam dokumen IPO revisi pada Rabu (3/6/2026), seperti dilansir dari sumber internasional.

Keputusan tersebut mengindikasikan keinginan Elon Musk untuk menggelar salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar modal global sesuai sasarannya sendiri, sekaligus menantang kebiasaan yang lazim di Wall Street.

Meski demikian, penetapan harga ini masih berpeluang berubah sebelum saham resmi meluncur ke publik.

Pihak SpaceX belum memberikan tanggapan resmi mengenai informasi ini saat dimintai keterangan.

Antusiasme Investor Tinggi

Rangkaian pertemuan dengan investor dalam agenda roadshow IPO sudah dimulai sejak Kamis (5/6).

Emiten bersama penjamin emisi biasanya menghimpun masukan dari investor untuk menentukan harga final saham sehari sebelum perdagangan resmi dibuka.

>>> BRI: AI dan Digitalisasi Paksa Perbankan Ubah Model Bisnis

Tiga sumber yang memantau jalannya roadshow mengungkapkan bahwa minat investor terhadap penawaran saham SpaceX ini berada pada level yang sangat tinggi.

Analis yang menangani aksi korporasi ini bahkan menerima hingga 20 panggilan dari investor setiap hari.

Angka ini melampaui rata-rata normal untuk IPO berkategori diminati tinggi yang biasanya menerima 10 hingga 15 panggilan per hari.

Antusiasme pasar yang besar dipicu oleh optimisme terhadap pertumbuhan bisnis SpaceX.

Perusahaan mencatat perkembangan pesat melalui penyediaan layanan peluncuran roket, jaringan internet satelit Starlink, serta kontrak dengan sektor swasta maupun lembaga pemerintah.

Perdagangan perdana saham SpaceX di pasar modal diperkirakan terlaksana pada Jumat, 12 Juni mendatang.

>>> Doa Setelah Sedekah Subuh dan Keutamaan Amalan Pagi Hari

Aksi korporasi senilai US$75 miliar ini diproyeksikan menjadi salah satu penawaran saham terbesar di dunia.