Teknisi Ungkap Penyebab dan Solusi Kerusakan Baterai Motor Listrik
Kerusakan baterai pada motor listrik tidak selalu mengharuskan penggantian unit baru. Sebagian besar masalah performa masih bisa diperbaiki dengan aman.
Pemilik bengkel spesialis motor listrik EV Solution, Muhlasin, mengungkapkan bahwa kendala teknis pada daya simpan kendaraan listrik umumnya berasal dari dua komponen utama: sel baterai dan Battery Management System (BMS).
>>> Daimler Commercial Vehicles Indonesia Gandeng Karoseri Lokal Perkuat Standar Truk
"Baterai pak pabrikan jenis litium, biasanya kerusakan ada di sel atau di BMS. Itu dua komponen utamanya," kata Muhlasin di Tangerang Selatan pada Selasa (4/6/2026).
Jenis baterai litium yang umum di Indonesia meliputi LiFePO4 (LFP) dan Lithium-ion atau NMC. Sementara itu, baterai SLA (Sealed Lead Acid) biasanya digunakan pada motor listrik entry level.
Kerusakan pada sel litium akan menurunkan kapasitas tampung daya, sehingga jarak tempuh optimal berkurang.
Sedangkan malfungsi pada BMS dapat menyebabkan kegagalan pengisian daya, pasokan tenaga tidak optimal, hingga sistem mengunci kendaraan dalam mode perlindungan.
Berbeda dengan litium, baterai SLA memiliki struktur lebih sederhana namun berumur pendek.
"Tapi kebanyakan kalau SLA itu tidak bisa diservis, kalau sudah habis usia pakainya ya sudah habis," ujar Muhlasin.
Penurunan tegangan listrik atau voltase drop sering terjadi pada motor yang lama tidak digunakan. Kondisi ini membuat sistem pengisian standar gagal mendeteksi baterai.
>>> Rahasia Umur Baterai Mobil Listrik dan Hybrid Bisa Tembus 12 Tahun
"Biasanya baterai itu kelemahannya kalau tidak dipakai, voltasenya turun sehingga tidak bisa dicas.
Nah, yang masih bisa diperbaiki itu biasanya yang hanya karena lama tidak dipakai lalu voltasenya drop," katanya.
Untuk memulihkan kondisi tersebut, bengkel akan melakukan penyetruman ulang pada tiap sel secara terpisah hingga tegangan kembali normal.
Setelah itu, dilakukan evaluasi untuk mengukur kelayakan kapasitas tampung energi.
"Kalau langsung dicas di unit kan tidak bisa, jadi di sini kita cas satu-satu. Itu biasanya masih bisa dipakai lagi.
Intinya harus bisa dicas dulu, baru kita ukur apakah masih layak pakai atau tidak," jelas Muhlasin.
Stabilitas tegangan dan kemampuan menerima daya secara normal menjadi indikator utama baterai masih layak pakai.
>>> Penjualan Ritel Daihatsu Mei 2026 Melonjak 25 Persen
Penggantian total baru dilakukan sebagai opsi terakhir jika sel rusak permanen atau kapasitasnya merosot drastis.
Update Terbaru
5 Kapal Induk Terbesar di Dunia: Raksasa Laut yang Mengagumkan
Kamis / 23-07-2026, 02:16 WIB
Lemak Babi Ternyata Lebih Sehat dari Banyak Buah dan Sayur
Kamis / 23-07-2026, 02:16 WIB
Bantal Gaming Switch 2: Aksesori Paling Aneh yang Pernah Diuji, Kini Diskon
Kamis / 23-07-2026, 02:14 WIB
Call of Duty: Black Ops 7 Perluas Ricochet Anti-Cheat untuk Atasi Kecurangan di Ranked
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
AS Pertimbangkan Serangan Militer terhadap Sekutu Al-Qaeda di Mali
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
Mitch Keller Hadapi Gerrit Cole di Final Seri Pirates vs Yankees
Kamis / 23-07-2026, 02:10 WIB
Valencia Kalahkan Eldense 3-0 di Laga Uji Coba Pramusim
Kamis / 23-07-2026, 02:08 WIB
Lynx Kalahkan Storm 105-102 Berkat Duet McBride dan Miles
Kamis / 23-07-2026, 02:08 WIB
Ratusan Jurnalis Desak WHCA Hadapi Trump soal Serangan ke Pers
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Evolusi Penyimpanan Data Game: Dari Memory Card PS1 hingga Cloud Save
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Suami Denise Richards Minta Istri Dihukum Contempt karena Tunggakan Nafkah
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
KJ Apa Akui Makan Fast Food yang Sudah Dikencingi
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Penyanyi R&B Nivea Umumkan Diagnosis Leukemia
Kamis / 23-07-2026, 02:07 WIB
Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan Poco yang Kebagian Update Android 17
Kamis / 23-07-2026, 02:05 WIB







