Namun, sentimen ini diprediksi bersifat jangka pendek karena fundamental BBCA dan BBRI tetap kokoh.

Pelemahan rupiah dinilai sebagai pemicu yang lebih dominan dan berdampak panjang karena langsung mendorong aliran modal keluar dari pasar saham domestik.

"Sektor perbankan punya korelasi erat dengan makro ekonomi domestik. Pelemahan kurs rupiah akan memicu outflow investor asing," kata Nafan, Kamis (4/6/2026).

Nafan menambahkan bahwa BBCA dan BBRI memiliki sensitivitas tinggi terhadap gejolak pasar karena statusnya sebagai saham kapitalisasi terbesar.

Koreksi harganya bisa lebih dalam saat pasar tertekan.

Meski tren masih melemah, Nafan merekomendasikan akumulasi bertahap dengan target harga Rp 8.375 untuk BBCA dan Rp 3.670 untuk BBRI.

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Aziz Setiyo Wibowo, melihat secara teknikal pergerakan BBCA membentuk pola candle doji, menandakan fase konsolidasi.

Jika berbalik arah, BBCA berpotensi untuk transaksi jangka pendek dengan target Rp 5.875 hingga Rp 5.900, serta support di Rp 5.300.

Untuk BBRI, Aziz memetakan support di level Rp 2.780 dengan target pemulihan jangka pendek di kisaran Rp 3.070.

>>> Karyawan Amazon Protes Pembangunan Pusat Data AI di Seattle

Momentum koreksi ini dipandang sebagai kesempatan akumulasi karena valuasi saham big banks sudah relatif murah.