Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hingga menyentuh level 5.698 pada perdagangan sesi pertama Jumat (5/6/2026).

Penurunan ini memicu imbauan dari para analis agar pelaku pasar tetap rasional di tengah volatilitas tinggi.

>>> Suku Bunga Global Fluktuatif, Investor Disarankan Fokus Fundamental Saham

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mengingatkan investor untuk tidak terburu-buru melakukan aksi jual. "Jual karena takut sering mengunci rugi," tulis BRIDS dalam catatan resminya.

BRIDS menambahkan bahwa koreksi merupakan siklus normal pasar saham. Investor disarankan tetap berpegang pada rencana investasi jangka panjang dan memilih emiten dengan fundamental kuat.

>>> Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

"Kelola risiko. Pakai dana sesuai profil, jangan all-in," kata BRIDS.

Proyeksi Teknikal dan Level Support

Kiwoom Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat ke rentang 6.000 hingga 6.230. Namun, indeks harus bertahan di atas support 5.644–5.600.

>>> Koalisi Anwar Ibrahim Tertekan Usai Dua Parlemen Negara Bagian Dibubarkan

Jika IHSG menembus ke bawah 5.644, risiko penurunan lanjutan ke area 5.500 perlu diwaspadai. Kiwoom menyarankan investor menunggu momentum atau melakukan akumulasi beli saat harga melemah.