Indonesia kembali menjadi negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia pada musim haji 2026 dengan kuota lebih dari 221.000 orang.

Namun, Indonesia tidak masuk dalam daftar penerima Labbaytum Award 2026 dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

>>> Saham BBCA dan BBRI Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun

Penghargaan tahunan ini diberikan kepada negara dengan pelayanan haji terbaik sebagai bagian dari Visi Saudi 2030. Tujuannya memicu kompetisi sehat antarnegara dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah.

Mantan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag RI 2025, Muchlis M Hanafi, menjelaskan bahwa Indonesia juga tidak memperoleh penghargaan serupa pada tahun sebelumnya.

Hal ini terjadi karena adanya perubahan indikator penilaian oleh pemerintah Arab Saudi.

Padahal, survei Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat kepuasan jemaah haji Indonesia berada pada kategori sangat memuaskan. Kini fokus penilaian bergeser ke keseluruhan sistem tata kelola secara menyeluruh.

Evaluasi mencakup tahap perencanaan, kepatuhan regulasi, ketepatan pelaksanaan timeline, integrasi data, efektivitas koordinasi, inovasi, hingga transformasi digital. Aspek digitalisasi menjadi ukuran baru yang sangat ditekankan.

Tantangan Skala Besar dan Karakteristik Jemaah

Manajemen haji Indonesia menghadapi tantangan besar karena jumlah populasi yang diurus sangat masif. Semakin besar jumlah jemaah, semakin tinggi kompleksitas manajemen logistik, kesehatan, dan administrasi.

>>> AS Akui Ancaman Drone Jadi Risiko Keamanan Terbesar Jelang Piala Dunia 2026

Karakteristik jemaah asal Indonesia didominasi kelompok lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti). Sekretaris Jenderal AMPHURI, Zaky Zakariya Anshary, menilai kondisi ini membutuhkan perhatian dan pelayanan ekstra.

Buku Fiqih Haji dan Umrah karya Ahmad Sarwat memaparkan bahwa jemaah lansia rentan terhadap cuaca ekstrem dan kelelahan.

Kondisi fisik ini meningkatkan beban pelayanan yang harus disediakan penyelenggara.

Meski belum meraih penghargaan, Indonesia dinilai masih memiliki modal besar dalam penyelenggaraan haji.

Indonesia menerapkan konsep Tri Sukses Haji yang meliputi sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban jemaah.

>>> Daihatsu Jual 12.531 Unit Mobil pada Mei 2026, Tumbuh 25%

Kondisi ini menjadi momentum evaluasi untuk menerjemahkan pengalaman puluhan tahun ke dalam sistem pelayanan yang lebih modern. Indonesia berpeluang besar meningkatkan tata kelola agar sesuai dengan standar global.