Harga Emas Dunia Turun Menuju Kerugian Mingguan Akibat Ketegangan Geopolitik
Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026) dan berpotensi mencatatkan kerugian mingguan.
Penurunan ini dipicu oleh memudarnya harapan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
>>> Daftar 38 Titik SPKLU di Medan Tahun 2026, Lengkap dengan Tipe Daya
Berdasarkan data pasar, harga emas di pasar spot merosot 0,5% menjadi US$ 4.452,20 per ons troi pada pukul 09.25 WIB.
Sepanjang pekan ini, nilai logam mulia tersebut telah anjlok sekitar 1,8%.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga ikut melemah 0,6% ke level US$ 4.478,50 per ons troi.
Situasi geopolitik semakin memburuk setelah milisi Hizbullah menolak rencana gencatan senjata baru di Lebanon, sementara Israel tetap pada pendiriannya untuk tidak menarik pasukan.
Tekanan dari Suku Bunga dan Inflasi
Nicholas Frappell, Kepala Pasar Institusional Global di ABC Refinery, menyatakan bahwa pesimisme terkait penyelesaian konflik Iran memberikan tekanan negatif pada emas.
Ia menambahkan bahwa ekspektasi suku bunga yang lebih ketat juga turut menekan harga emas.
>>> Review MG S5 EV: SUV Listrik Modern yang Nyaman untuk Harian
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Federal Reserve Kansas City, Jeffrey Schmid, mengatakan bahwa bank sentral AS saat ini memiliki dua pilihan: bersabar mempertahankan suku bunga atau menaikkannya untuk meredam inflasi yang telah melampaui target selama bertahun-tahun.
Sementara itu, Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, menjelaskan bahwa pergerakan suku bunga akan sangat bergantung pada dinamika ekonomi global.
Menurutnya, kebijakan moneter AS saat ini sudah berada di posisi yang baik untuk merespons fluktuasi ekonomi.
Meskipun emas kerap menjadi aset pelindung terhadap inflasi, kenaikan suku bunga menjadi sentimen negatif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Data FedWatch dari CME Group menunjukkan peluang pasar sebesar 51% terhadap kenaikan suku bunga The Fed hingga Desember nanti.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data nonfarm payroll AS untuk bulan Mei sebagai indikator penentu kebijakan moneter berikutnya.
>>> Amazon Luncurkan Robot Gudang Berbasis AI di Inggris
Penurunan harga emas juga berimbas pada logam mulia lain: perak spot turun 1,4% menjadi $72,89, platinum merosot 1,1% menjadi $1.878,68, dan paladium melemah 1,7% ke posisi $1.298,45 per ons.
Update Terbaru
CEO Jagex Targetkan RuneScape Jadi MMO Nomor Satu, Geser World of Warcraft
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Desainer Quest Cyberpunk 2077: Villa Eurodyne Masih Simpan Banyak Rahasia
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Panduan Manga Musim Panas 2026: Rilis Baru dan Review Volume Pertama
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Jadwal Anime dan Berita Terkini 18-21 Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
PYC Ungkap Celah Pengembangan Industri Baterai, Sinkronisasi Kebijakan Jadi Kunci
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
Tiket Museum George Lucas Ludes Terjual, Antrean Capai 5 Jam
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
Kadek Seina Maputra Juara Starbucks Barista Championship 2026, Siap Wakili Indonesia di Asia Pasifik
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Tersangka Ledakkan Petasan di Depan Gedung Federal New York, Tiga Terluka
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Konflik AS-Iran di Hormuz: Peluang bagi Rusia dan China di Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Milania Giudice Tari Bareng Adik yang Laporkan ke Polisi
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Kuda Pacu Adan Banuelos Kaget Tahu Bella Hadid Single
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Dustin Poirier: Bud Langsung Putus Kontrak Usai Penangkapan
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Ibu Nolan Wells Ajukan Permohonan Hukum untuk Tuntut Kematian Putranya
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Gagal di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Pastikan Berpisah dengan Belgia
Rabu / 22-07-2026, 05:24 WIB







