Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren negatif pada perdagangan sesi I Jumat (5/6/2026). Indeks melemah 1,51 persen ke posisi 5.751.

Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang masif.

>>> Real Madrid Siapkan Dana Rp3,1 Triliun untuk Rekrut Bintang Baru

Data Bloomberg Technoz mencatat nilai jual bersih mencapai Rp1,43 triliun di pasar reguler dan Rp1,27 triliun di seluruh pasar.

Sebelumnya, pada Kamis (4/6/2026), IHSG ditutup melemah 101,28 poin atau 1,7 persen ke level 5.839.

Tekanan jual berlanjut akibat maraknya rumor di pasar domestik dan rendahnya kepercayaan investor, menurut catatan BRI Danareksa Sekuritas.

Saham Perbankan dan Energi Terbarukan Paling Tertekan

Aliran dana keluar terbesar menyasar saham perbankan dan emiten energi baru terbarukan.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target utama dengan nilai jual bersih Rp463,67 miliar, menyebabkan harga sahamnya turun 1,81 persen ke Rp5.425.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mengalami jual bersih Rp451,67 miliar.

>>> Industri Keramik Nasional Terhambat Lonjakan Harga Gas Bumi

Disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp257,51 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp164,06 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp146,74 miliar.

Emiten lain yang masuk daftar jual bersih terbesar antara lain PT Astra International Tbk (ASII) Rp119,72 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp106,26 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp98,99 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp72,27 miliar, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp49,58 miliar.

Saham Tambang dan Energi Diburu Investor Asing

Di tengah aksi jual, sejumlah emiten komoditas tambang dan energi justru mencatatkan pembelian bersih oleh investor asing.