Perjalanan atlet Polandia ini tergolong berat karena harus memulai turnamen dari babak kualifikasi, menjadikannya petenis putri kedua setelah Emma Raducanu pada US Open 2021 yang menembus final Grand Slam dari fase tersebut.

"Maksud saya, seperti mimpi. Jujur, saya tidak tahu apa yang terjadi.

>>> Kenaikan Saham Vingroup JSC Membingungkan Analis dan Picu Euforia

Saya tidak tahu harus berkata apa, maaf," ujar Chwalinska usai laga.

Chwalinska kini berpeluang menjadi atlet Polandia kedua yang memenangi Grand Slam nomor tunggal setelah kesuksesan Iga Swiatek.

"Maksud saya, (perasaan saya) tidak baik - saya tak akan berbohong. Sangat menantang untuk bermain melawan pemain terbaik di dunia setiap hari.

Ini adalah Grand Slam, jadi Anda harus memberikan yang terbaik dan lebih dari itu. Saya sama sekali tidak mengeluh!"

ucap Chwalinska.

Menghadapi tekanan berat di setiap pertandingan, Chwalinska mengaku terus berusaha mengendalikan emosinya di lapangan.

"Saya terkadang gila, tetapi saya mencoba untuk tetap tenang karena saya tahu itu adalah cara terbaik bagi saya.

Itu membantu saya untuk memainkan tenis terbaik saya, jadi itulah yang saya coba lakukan. Di dalam diri saya ada badai," jelas Chwalinska.

Chwalinska tercatat sudah memainkan sekitar delapan pertandingan atau lebih selama berada di Paris untuk mencapai babak penentu juara.

"Saya sudah memainkan sekitar delapan pertandingan di sini atau lebih. Jadi tidak ada rahasia.

Saya sedikit menonton Mirra Andreeva bermain sebelum kami, jadi saya menonton permainannya. Itu luar biasa.

Ini hanyalah pengalaman hebat lainnya bagi saya. Saya pasti akan memberikan yang terbaik - ini adalah final Grand Slam," pungkas Chwalinska.

>>> PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen Selama Libur Sekolah 2026

Pertandingan final tunggal putri Grand Slam French Open 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (6/6).