>>> AAJI Catat Pendapatan Premi Tunggal Asuransi Jiwa Naik 7,4 Persen

Regulator Hong Kong juga meminta bank-bank untuk meningkatkan pemeriksaan terhadap sumber dana investor.

Mereka diinstruksikan untuk menutup rekening yang menggunakan dokumen mencurigakan atau palsu.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa arus dana dari China menuju produk investasi dan asuransi di Hong Kong dapat melambat.

Padahal, nasabah dari China daratan selama ini menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama bagi bank internasional dan perusahaan asuransi di Hong Kong.

Potensi Dampak pada Industri Keuangan

Analis menilai, pengetatan kontrol modal dapat memengaruhi pertumbuhan bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management), asuransi jiwa, dan layanan perbankan lintas negara.

Sektor-sektor ini selama ini menjadi andalan perusahaan seperti AIA, HSBC, dan Standard Chartered.

Nasabah China selama bertahun-tahun memanfaatkan Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional untuk mengakses produk investasi global.

Mereka juga menggunakannya untuk diversifikasi aset serta memperoleh perlindungan asuransi yang tidak tersedia di pasar domestik.

Hingga saat ini, HSBC, Standard Chartered, AIA, Prudential, maupun Bank of East Asia belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut.

Pasar kini akan mencermati apakah kebijakan pengawasan yang lebih ketat ini hanya bersifat sementara atau menjadi bagian dari strategi jangka panjang Beijing.

Jika diterapkan secara permanen, langkah tersebut berpotensi menekan pertumbuhan sektor jasa keuangan Hong Kong.

>>> Niven Hopkins Bagikan Kisah Alami Gagal Ginjal Stadium Akhir di Usia Muda

Sebab, wilayah ini sangat bergantung pada aliran dana dari China daratan.