Saham sejumlah perusahaan keuangan besar yang tercatat di Bursa Hong Kong melemah tajam pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap kebijakan kontrol modal yang lebih ketat dari pemerintah China.

>>> Liverpool Resmi Tunjuk Andoni Iraola sebagai Manajer Baru

Kebijakan baru tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu bisnis lembaga keuangan global yang memiliki eksposur besar terhadap nasabah dari daratan China.

Seperti dikutip dari Internasional, saham AIA Group turun lebih dari 3% pada awal perdagangan.

Pelemahan juga melanda saham HSBC Holdings yang melemah hampir 2%, sementara Standard Chartered merosot sekitar 3%.

Di sisi lain, saham Bank of East Asia juga mencatat penurunan lebih dari 2%.

Koreksi massal di bursa Asia ini mengikuti penurunan saham perusahaan-perusahaan keuangan tersebut di London sehari sebelumnya.

Situasi tersebut terjadi setelah laporan media menyebut warga China daratan menghadapi pembatasan yang lebih ketat dalam membuka rekening luar negeri (offshore account) di sejumlah bank besar Hong Kong.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh South China Morning Post, staf cabang HSBC di kawasan Lujiazui Shanghai mengingatkan hal penting.

Seluruh dana yang disetor ke rekening investasi harus memenuhi persyaratan regulasi Hong Kong.

Perbankan dan institusi keuangan dilaporkan mulai memperketat pengawasan terhadap aktivitas investasi lintas batas yang melibatkan nasabah asal China.

Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah China memperketat kontrol modal pada 22 Mei lalu.

Selain itu, Beijing menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan pialang yang dituduh menjalankan kegiatan bisnis di China tanpa izin resmi.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Beijing untuk mengawasi arus dana keluar negeri dan memperketat kepatuhan terhadap aturan keuangan domestik.