>>> Timnas Indonesia Hadapi Oman di FIFA Matchday 5 Juni 2026

Hasrat berburu gol cepat di babak pertama dipicu oleh mentalitas bertarung yang tertanam kuat pada setiap pemain Oman.

Divaldo memaparkan bahwa pendekatan agresif di paruh pertama merupakan bagian dari karakter dasar permainan mereka.

"Mereka punya mental prajurit...

mereka suka seperti babak pertama lebih agresif, lebih cari di babak pertama untuk curi gol cepat, itu mental mereka," lanjutnya.

Namun, intensitas tinggi yang diterapkan sejak sepak mula sering kali menjadi bumerang bagi kondisi fisik skuad Oman.

Penurunan stamina yang drastis umumnya terjadi ketika pertandingan memasuki sepertiga akhir babak kedua.

"Tapi menit-menit akhir seperti 20 sampai 30 menit di babak kedua mereka turun, fisik drop karena mereka punya mental lari terus, high intensity berarti mereka drop physical," ungkap Divaldo.

Timnas Indonesia diharapkan mampu menjaga konsentrasi secara penuh, mengontrol jalannya laga dengan sabar, serta memanfaatkan momentum dari situasi bola mati.

Level permainan yang seimbang diyakini membuka peluang besar bagi skuad Garuda untuk mengamankan hasil positif.

"Kalau Indonesia bisa tahan mereka, tenang, sabar, tunggu momentum, enggak usah ribet-ribet cari cepat.

>>> Jadwal Perempat Final Indonesia Open 5 Juni 2026: 7 Wakil Tuan Rumah Siap Bertarung

Tunggu momentum bola mati atau Indonesia bisa jaga full pertandingan, dapat mengontrol permainan dengan mudah, menurut saya karena levelnya tidak jauh beda," tutup Divaldo Alves.