Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot tajam hingga menembus level psikologis Rp 18.000 pada perdagangan Kamis (4/6).

Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya sentimen menghindari risiko di pasar keuangan domestik dan global.

>>> Superbank Siapkan Pengalihan Saham Singtel ke GXS Bank, Target Rampung Juni 2026

Berdasarkan data Bloomberg yang dilansir dari Kontan, rupiah di pasar spot melemah 0,45 persen secara harian.

Mata uang Garuda ditutup di level Rp 18.049 per dolar AS.

Kondisi serupa juga terlihat pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia.

>>> MUI Kota Tangerang Ajak Umat Islam Muhasabah Sambut Tahun Baru

Kurs Jisdor mencatat penurunan 0,6 persen, membawa rupiah ke posisi Rp 18.039 per dolar AS.

Tekanan Jual Investor Asing

Pelemahan tajam rupiah mendapat perhatian dari pelaku pasar komoditas dan berjangka. Tekanan terhadap aset domestik dinilai masih tinggi seiring arus modal yang keluar dari pasar saham dalam negeri.

Aksi lepas aset oleh pelaku pasar luar negeri menjadi faktor utama penekan nilai tukar.

>>> Psikologi Ungkap 11 Kebiasaan Orang Ber-IQ Tinggi

Tekanan jual yang agresif dan berkelanjutan dari investor asing membuat pasar saham domestik terus terpuruk.