PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menargetkan penjualan sebesar Rp41,85 triliun sepanjang tahun 2026.

Target ini tumbuh 8,2 persen dari realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp38,68 triliun.

>>> Badan Gizi Nasional Ubah Fokus Program Makan Bergizi Gratis ke Kualitas

Perusahaan juga membidik laba bersih Rp3,41 triliun pada tahun yang sama. Angka tersebut melonjak 17,3 persen secara tahunan dari capaian tahun lalu sebesar Rp2,91 triliun.

Hingga April 2026, MYOR telah mengamankan penjualan Rp12,48 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih yang dibukukan mencapai Rp1,26 triliun.

Efisiensi dan Ekspor Jadi Pendongkrak

Pertumbuhan pendapatan tahun ini ditopang oleh perbaikan laba kotor melalui efisiensi dan penurunan harga bahan baku.

Laba kotor Mayora per 30 April 2026 mencapai Rp3,29 triliun, tumbuh 27,1 persen secara tahunan, dengan target akhir tahun Rp10,46 triliun.

>>> Robot Polantas China Mulai Bertugas di Hangzhou, Tindak 12.000 Pelanggaran

Manajemen menyebut pelemahan nilai tukar rupiah memberikan keuntungan tersendiri. Sekitar 40 persen dari total penjualan berasal dari ekspor melalui entitas usaha.

Direktur Umum dan Operasional Mayora Indonesia Wardhana Atmadja menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah berpengaruh pada bahan baku impor dan lokal yang menggunakan dolar AS.

Namun, dampak kenaikan harga bahan baku impor dapat dikompensasi oleh keuntungan ekspor ke lebih dari 100 negara.

Perluasan jaringan pemasaran ke tingkat akar rumput juga menjadi pendorong pendapatan. "Kami adalah principal yang menjual kepada distributor.

>>> Rizky Ridho Resmi Jadi Kapten Timnas Indonesia Lawan Oman

Penambahan di grassroot dan jumlah outlot otomatis akan meningkatkan pendapatan," kata Wardhana Atmadja.