Harga saham PT Merck Tbk (MERK) mengalami penurunan hingga 11% dalam sebulan terakhir. Meski demikian, investor berpotensi mendapatkan keuntungan dari dividen dengan yield hampir 10%.

Perusahaan produsen obat ini akan membagikan dividen final untuk tahun buku 2025 sebesar Rp123,2 miliar.

>>> Investor Asing Jual Saham BBCA Rp 463 Miliar, IHSG Tertekan

Pemegang saham MERK akan menerima Rp275 per saham atau Rp27.500 per lot.

Keputusan tersebut disepakati dalam RUPST pada 25 Mei 2026. Pelemahan harga saham menjelang cum dividen justru membuat yield dividen semakin besar.

Berdasarkan Stocksetup, harga saham MERK ditutup Rp3.880 per lembar pada 4 Juni 2026, turun 0,51% harian.

Dalam 30 hari terakhir, saham MERK melemah 11,42% atau 500 poin.

Dengan harga tersebut, yield dividen mencapai 9,55%. Angka ini empat kali lipat dari rata-rata bunga deposito rupiah yang sekitar 2%.

Kinerja Keuangan dan Komitmen Keberlanjutan

Presiden Direktur Merck, Evie Yulin, menyatakan perseroan fokus membangun bisnis yang adaptif dan berkelanjutan. "Kinerja tahun 2025 dan kuartal I-2026 menjadi bukti komitmen kami," ujarnya.

PT Merck Tbk membukukan pendapatan Rp1,2 triliun pada 2025, tumbuh 16% dari tahun sebelumnya.

Laba usaha melonjak 66% menjadi Rp320 miliar, dan laba tahun berjalan naik 59% menjadi Rp244 miliar.

Total aset perusahaan naik 33% menjadi Rp1,27 triliun, sementara ekuitas meningkat 21% menjadi Rp976 miliar. Arus kas operasi juga mencatat pertumbuhan kuat.

Pada kuartal I-2026, produk diabetes menjadi penyumbang terbesar penjualan Healthcare dengan porsi 24% dan pertumbuhan 51,1% tahunan.

>>> Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Oman di GBK Malam Ini

Produk fertility tumbuh 18,2%, thyroid naik 44,9%, dan endocrinology meningkat 2,4%.