Saham BBCA Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun, Sentuh Rp 5.400
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali tertekan pada awal sesi I perdagangan.
Harga saham BBCA melemah 0,90% ke posisi Rp 5.450 per saham dan sempat merosot hingga Rp 5.400.
>>> Swedia Uji Coba Terakhir Lawan Yunani Sebelum Piala Dunia 2026
Level Rp 5.400 tersebut menjadi titik terendah saham BBCA dalam periode lima tahun terakhir. Aktivitas perdagangan mencatat sebanyak 84,48 juta saham telah ditransaksikan.
Frekuensi perdagangan terpantau sebanyak 16.773 kali dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp 463,75 miliar. Tekanan jual yang tinggi melanda saham berkode BBCA tersebut.
Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, aksi jual bersih oleh investor atau net sell berada pada angka Rp 49,5 miliar.
Proyeksi dari Kiwoom Sekuritas memperkirakan batas support pertama saham BBCA berada di level 5.500.
Jika tekanan berlanjut, pergerakan harga berisiko melemah hingga menyentuh batas support kedua di level 5.375.
>>> Mendag Budi Santoso Sahkan Regulasi Baru Perdagangan Digital
Kiwoom Sekuritas merekomendasikan langkah antisipasi risiko atau stoploss jika saham BBCA menyentuh posisi 5.275.
Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, saham BBCA tercatat anjlok sebesar 5,15% dan parkir di level Rp 5.525 per saham.
Volume perdagangan mencapai 353,33 juta saham dengan frekuensi 87.295 kali.
Nilai transaksi total yang dibukukan mencapai Rp 1,99 triliun. Aksi lepas saham oleh investor asing tercatat cukup masif dengan net sell mencapai Rp 686,16 miliar.
>>> Rizky Ridho Resmi Jadi Kapten Timnas Indonesia Lawan Oman
Pergerakan menurun saham BBCA ini menjadi pembalikan arah setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan sebesar 2,19%.
Update Terbaru
USDA Konfirmasi Temuan Langka Lalat Screwworm di Texas Selatan
Jumat / 05-06-2026, 00:32 WIB
PBSI dan BNI Genjot Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Lewat Indonesia Open 2026
Jumat / 05-06-2026, 00:31 WIB
Audi Nuvolari: Supercar Hybrid 987 HP Pengganti R8 Meluncur 2027
Jumat / 05-06-2026, 00:28 WIB
Konsolidasi Perbankan Butuh Blueprint Jelas dari Regulator
Jumat / 05-06-2026, 00:28 WIB
Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Poster Kolaborasi dengan Ado
Jumat / 05-06-2026, 00:26 WIB
Spanyol Uji Coba Lawan Irak di Riazor Jelang Piala Dunia 2026
Jumat / 05-06-2026, 00:26 WIB
Spanyol Uji Coba Lawan Irak di A Coruna Sebelum Piala Dunia 2026
Jumat / 05-06-2026, 00:26 WIB
PBSI dan BNI Dorong Regenerasi Atlet Bulu Tangkis di Indonesia Open 2026
Jumat / 05-06-2026, 00:24 WIB
Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19
Jumat / 05-06-2026, 00:24 WIB
Nissan Primera Kembali sebagai Mobil Listrik Buatan China
Jumat / 05-06-2026, 00:24 WIB
BNI Dorong Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Lewat Indonesia Open 2026
Jumat / 05-06-2026, 00:22 WIB
Harga Emas Dunia Berpotensi Menguat ke Level 4.526 Dolar AS
Jumat / 05-06-2026, 00:21 WIB
BKN Perkuat Akreditasi Assessment Center untuk Manajemen Talenta ASN
Jumat / 05-06-2026, 00:21 WIB
IHSG Crash dan Rupiah Dekati Rp 18 Ribu, Saatnya Jaga Stabilitas
Jumat / 05-06-2026, 00:20 WIB






