Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan pasar keuangan domestik.

Pernyataan itu disampaikan merespons pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus berlanjut.

>>> Brian Uriarte Kena Diskualifikasi, Veda Ega Pratama Rebut Klasemen Moto3

Berdasarkan data RTI Business, IHSG anjlok 1,70 persen ke level 5.839,78 pada penutupan perdagangan Rabu (4/6/2026).

Sepanjang tahun 2026, IHSG telah terkoreksi sebesar 32,46 persen.

Sementara itu, data Bloomberg mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah menyentuh angka Rp 18.049.

>>> Hindari Kesalahan CV Fresh Graduate Melalui Kelas Ultimate Design

Koordinasi Intensif Pemerintah dan Bank Indonesia

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang terjaga menjadi bukti kekuatan struktur ekonomi nasional.

"Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (4/6/2026).

Untuk mengatasi pelemahan rupiah, Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan gencar melakukan komunikasi berkala.

>>> DPR dan Pemerintah Sepakati Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia

"Kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan, terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," pungkasnya.