Langkah berikutnya adalah I atau Investigate untuk memeriksa pembuat konten, diikuti F atau Find better coverage untuk mencari minimal tiga hingga lima media kredibel sebagai pembanding.

"Kita harus mencari konfirmasi, jangan cuma percaya melihat satu konten saja. Minimal 3 sampai 5 media terpercaya yang sudah legitimate," kata Raffi Ahmad.

Tahap terakhir dari metode SIFT adalah T atau Trace claims yang bertujuan menelusuri asal-usul keaslian klaim.

Upaya ini menjadi krusial mengingat maraknya peredaran potongan video tidak utuh yang memicu kesalahpahaman publik di era kecerdasan buatan.

"Lacak asal-usul konten karena banyak hoaks atau video asli tapi dipotong, padahal secara keseluruhan maksudnya tidak seperti itu.

>>> Dreame Indonesia Luncurkan Tiga Perangkat Pembersih Rumah Pintar Baru

Jadi memang harus hati-hati sekali," ucap Raffi Ahmad.