I am nervous, but at the same time I am very, very excited," kata Andreeva.

Sebelum pertandingan, Andreeva secara konsisten selalu berupaya menghindari pembahasan mengenai situasi perang antara negaranya dan Ukraina ketika akan menghadapi Kostyuk.

"It doesn't matter who I play. I really try to play against the ball that is coming at me," ujar Andreeva.

Di sisi lain, Marta Kostyuk yang mendedikasikan penampilannya untuk tanah airnya secara terbuka terus menyuarakan kecaman terhadap perang dan mengkritik para atlet Rusia serta Belarus yang memilih bungkam.

"The biggest thing I can do is sit here and talk about [the war] so more people can find out about it and don't get used to this terrible life," kata Marta Kostyuk.

Pada pertandingan lain di turnamen French Open, kejutan besar terjadi ketika petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka tersingkir di babak perempat final setelah kalah dari unggulan ke-25 Diana Shnaider dengan skor 3-6, 7-5, 6-0 pada hari Rabu.

>>> Kecelakaan Motor di Sanur, Kondisi Mantan Petinju Pino Bahari Memprihatinkan

Sementara itu, pemain kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska, juga melanjutkan kejutan dengan mengalahkan unggulan ke-22 Anna Kalinskaya 7-6 (7-3), 6-3 untuk menjaga peluang menyamai rekor Emma Raducanu sebagai juara Grand Slam dari babak kualifikasi.