Kisah Tan Jin Sing, Sosok Tionghoa yang Bantu Raffles Temukan Borobudur
Candi Borobudur yang kini menjadi ikon wisata dunia ternyata sempat 'hilang' selama ratusan tahun.
Setelah lama terbengkalai, candi megah peninggalan Dinasti Syailendra itu ditemukan kembali pada awal abad ke-19.
Uniknya, penemuan itu tidak dilakukan oleh penduduk lokal, melainkan berawal dari informasi seorang keturunan Tionghoa.
Sosok tersebut adalah Tan Jin Sing, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Yogyakarta.
Pada sekitar tahun 1813, ia bertemu dengan Letnan Gubernur Jawa, Thomas Stamford Raffles, dan menyampaikan informasi tentang candi besar di Desa Bumisegoro.
Warga setempat memang sudah lama mengetahui keberadaan candi tersebut, tetapi tidak ada yang memperhatikannya sehingga kondisinya sangat terbengkalai.
Penelusuran dan Pemugaran
Raffles, yang dikenal gemar terhadap candi-candi kuno, langsung tertarik. Ia meminta Tan Jin Sing untuk mengecek langsung lokasi tersebut.
Tan pun pergi bersama warga lokal yang sering melewati area candi. Benar saja, mereka menemukan monumen kuno yang hampir seluruhnya tertutup semak belukar dan tanah.
Menurut penuturan keturunan Tan, T. S.
>>> Influencer Saham Diundang ke Diskusi MPR, Warganet Pertanyakan Agendanya
Werdoyo, dalam buku Tan Jin Sing: Dari Kapiten Cina sampai Bupati Yogyakarta (1990), Tan saat itu memperkirakan usia candi sudah lebih dari 100 tahun.
Warga setempat menyebutnya Borobudur. Informasi ini segera dilaporkan ke Raffles, yang kemudian memerintahkan pemugaran besar-besaran.
Raffles menugaskan arkeolog Belanda, Christian Cornelius, yang sudah berpengalaman memugar candi-candi di Jawa.
Bersama Tan Jin Sing dan sekitar 200 warga lokal, mereka mulai membersihkan rumput liar dan menggali timbunan tanah.
Setelah dua minggu bekerja, kemegahan Borobudur mulai terungkap. Cornelius kemudian menulis deskripsi detail candi untuk dilaporkan kepada Raffles di Batavia.
Meskipun bukan orang pertama yang secara fisik menemukan Borobudur, Raffles, Tan Jin Sing, dan Cornelius berperan penting dalam mengangkat candi tersebut dari keterabaian.
Berkat upaya mereka, Borobudur kembali menjadi perhatian para ahli dan peneliti Eropa.
>>> Bisnis Giorgio Antonio Jadi Sorotan di Tengah Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu
Setelah Inggris meninggalkan Jawa pada 1816, pemerintah kolonial Belanda melanjutkan penggalian dan pemugaran hingga akhirnya candi ini dapat dinikmati dunia.
Update Terbaru
Teleskop James Webb Ungkap Galaksi Paling Murni, LAP1-B, Berusia 13 Miliar Tahun
Kamis / 04-06-2026, 20:37 WIB
Liburan Mbappe ke Italia Picu Ketegangan di Ruang Ganti Real Madrid
Kamis / 04-06-2026, 20:37 WIB
Real Madrid Pertimbangkan Unai Emery untuk Posisi Pelatih Baru
Kamis / 04-06-2026, 20:37 WIB
Pemprov DKI Resmi Luncurkan Car Free Day Baru di Jalan Rasuna Said
Kamis / 04-06-2026, 20:36 WIB
Pelemahan Rupiah Tekan Sektor Otomotif, Untungkan Emiten Komponen
Kamis / 04-06-2026, 20:28 WIB
Ducati Indonesia Pindahkan Showroom ke Pondok Indah, Hadirkan Layanan Servis Premium
Kamis / 04-06-2026, 20:20 WIB
MotoGP Hungaria 2026 Digelar di Sirkuit Balaton Park pada Juni
Kamis / 04-06-2026, 20:20 WIB
Brian Uriarte Geser Veda Ega Jelang Moto3 Hungaria 2026
Kamis / 04-06-2026, 20:16 WIB
Shenina Cinnamon Jadi Kasir dan Fan K-pop di Serial Night Shift for Cuties
Kamis / 04-06-2026, 20:11 WIB
5 Rekomendasi Smart TV 43 Inci Terbaik 2026
Kamis / 04-06-2026, 20:06 WIB
Pengguna ChatGPT Images 2.0 di Indonesia Melonjak 70 Persen
Kamis / 04-06-2026, 20:04 WIB
Panasonic TH-65NX600G: TV 4K 65 Inci dengan Google TV, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Kamis / 04-06-2026, 20:00 WIB
Nonton dan Download Film Nobody Loves Kay (206) di Bioskop Bukan LK21: Tampilkan Harga Sebuah Mimpi di Dunia E-sport
Kamis / 04-06-2026, 20:00 WIB
Pertahankan Poin Penuh, Timnas U-19 Indonesia Andalkan Rotasi Pemain Lawan Timor Leste
Kamis / 04-06-2026, 19:47 WIB






