Harga minyak mentah dunia terkoreksi pada perdagangan Kamis pagi (4/6/2026) setelah kabar gencatan senjata antara Lebanon dan Israel meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 09.15 WIB, harga minyak jenis Brent turun 1,21% ke level US$96,63 per barel.

>>> Nonton Film Masters of the Universe 2026 Sub Indo bukan di LK21 tapi di Bioskop: He-Man Kembali ke Eternia Hadapi Kekuasaan Skeletor

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 1,10% ke posisi US$94,96 per barel.

Faktor Pendorong Penurunan

Kesepakatan damai antara Lebanon dan Israel menjadi pemicu utama penurunan harga. Pelaku pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga naik.

Selain itu, harapan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran turut menekan harga. Presiden AS Donald Trump menyatakan potensi kemajuan diplomatik pada akhir pekan ini.

Harga Masih Tinggi Secara Historis

Meskipun turun, harga minyak saat ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan akhir Mei lalu.

Brent tercatat naik sekitar 5% dari level US$92,05 per barel pada 29 Mei.

>>> Nonton Download Film Monster Pabrik Rambut (2026) Dibintangi Iqbaal Ramadhan di Bioskop Bukan LK21: Teror Monster di Tempat Mencari Nafkah

WTI bahkan melonjak lebih dari 8% dalam periode yang sama, setelah sempat menyentuh titik rendah di US$87,36 per barel sebelumnya.

Lonjakan tersebut dipicu eskalasi konflik, termasuk serangan Iran ke Kuwait dan operasi militer AS di Selat Hormuz.

Stok Minyak AS Menyusut

Laporan Energy Information Administration (EIA) menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS sebesar 8 juta barel menjadi 433,7 juta barel untuk pekan yang berakhir 29 Mei.

Angka itu dua kali lipat lebih besar dari prediksi analis.

Penurunan stok menjadi faktor fundamental yang menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam. Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan global masih menjadi perhatian utama.

>>> Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dorong Harga Minyak Turun ke US$97,14

Faktor-Faktor yang Memengaruhi

  • Gencatan senjata Lebanon-Israel meredam kekhawatiran perang meluas.
  • Negosiasi AS-Iran membuka harapan kesepakatan diplomatik.
  • Stok minyak AS turun lebih dalam dari perkiraan.
  • Permintaan global tinggi belum terpenuhi produksi saat ini.

Haitong Futures memprediksi harga minyak kemungkinan besar akan bertahan di level atas selama ketidakseimbangan permintaan-penawaran masih terjadi. Investor terus memantau perkembangan geopolitik yang bisa memicu gangguan pasokan sewaktu-waktu.