AS Terapkan Tarif Tambahan 10%, Indonesia Siapkan Langkah Diplomasi

Amerika Serikat melalui Perwakilan Dagang (USTR) berencana mengenakan bea masuk tambahan 10% untuk produk impor asal Indonesia.
Pemerintah Indonesia segera menyiapkan respons melalui jalur diplomasi dan partisipasi dalam konsultasi publik.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan pemerintah akan menjalin komunikasi intensif dengan otoritas AS.
Langkah ini bertujuan mencari solusi terbaik atas kebijakan yang diumumkan pada 2 Juni 2026.
Indonesia juga akan terlibat aktif dalam public hearing yang digelar USTR. Pemerintah akan menyampaikan tanggapan tertulis dan argumen langsung untuk membela kepentingan perdagangan nasional.
Strategi Respons Indonesia
Pemerintah telah menyusun sejumlah langkah strategis. Koordinasi lintas kementerian dilakukan untuk menyiapkan written comment yang diminta USTR.
Selain itu, Indonesia akan menghadiri public hearing untuk memberikan penjelasan tentang kondisi industri dan ketenagakerjaan domestik. Diplomasi perdagangan diperkuat untuk meminimalkan dampak negatif bagi eksportir lokal.
Evaluasi regulasi domestik juga dilakukan agar sesuai standar perdagangan internasional. Persiapan ini diharapkan menjaga posisi tawar Indonesia dalam negosiasi.
Isu Tenaga Kerja Jadi Sorotan
Rencana tarif tambahan AS didasari investigasi USTR yang menilai Indonesia belum optimal mencegah masuknya barang hasil kerja paksa.
Ketidaktegasan ini dianggap menciptakan persaingan tidak setara bagi pelaku usaha AS.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya pada perlindungan tenaga kerja dan HAM. Setiap komoditas ekspor dipastikan bebas dari praktik kerja paksa.
Haryo menambahkan pengawasan impor dan produksi akan diperketat. Upaya pembersihan rantai pasok ini diharapkan meyakinkan mitra dagang global, termasuk AS.
>>> Melrose Leather, Merek Tas Kulit Sukoharjo yang Laris di Inacraft
Kementerian Perdagangan dan instansi terkait memantau perkembangan regulasi agar eksportir siap. Pemerintah berharap hubungan dagang tetap harmonis tanpa merugikan pelaku ekonomi lokal.
Update Terbaru
Trailer Baru Mushoku Tensei Season 3 Perkenalkan Lagu Ending oleh Mika Nakashima
Kamis / 04-06-2026, 18:07 WIB
Siberia: Petualangan Keanu Reeves Mengejar Berlian di Trans TV
Kamis / 04-06-2026, 18:07 WIB
Isu Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa Beredar, Nama Inisial CB Disebut Calon Pengganti Menkeu
Kamis / 04-06-2026, 18:07 WIB
Acer Swift Air 14: Laptop AI Tipis dengan Baterai 19 Jam dan NPU 17 TOPS
Kamis / 04-06-2026, 18:06 WIB
Bung Towel Soroti Absennya Adam Alis dan Ricky Fajrin di Skuad Timnas Pilihan Herdman
Kamis / 04-06-2026, 18:03 WIB
Serbuan Truk Impor China Gerus Bisnis Karoseri Tambang Hingga 30 Persen
Kamis / 04-06-2026, 17:59 WIB
Daftar Harga Motor Bebek Juni 2026: Yamaha dan Suzuki Naik, TVS Paling Murah
Kamis / 04-06-2026, 17:58 WIB
Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dorong Harga Minyak Turun ke US$97,14
Kamis / 04-06-2026, 17:57 WIB
Bansos Kemensos Mei 2026: Cek Nama Penerima dan Besaran Bantuan
Kamis / 04-06-2026, 17:56 WIB
Kreator God of War Asli Kecam Spin-off Laufey: 'Seperti Game Fantasi Generik'
Kamis / 04-06-2026, 17:48 WIB
Knicks Ciptakan Rekor Tandang Usai Kalahkan Spurs di Final
Kamis / 04-06-2026, 17:35 WIB
Jetour T2 Catat Distribusi 1.000 Unit, Jadi Andalan Pasar SUV Indonesia
Kamis / 04-06-2026, 17:34 WIB






