Indomobil Emotor Sprinto hadir sebagai motor listrik harian yang berhasil memadukan rasa berkendara alami skutik konvensional dengan efisiensi biaya yang luar biasa.

Selama uji coba beberapa hari, motor ini membuktikan bahwa transisi ke kendaraan listrik tidak perlu terasa asing.

>>> Minat Mobil MPV Bekas Meningkat Jelang Libur Sekolah 2026

Desain dan Ergonomi

Secara tampilan, Sprinto memiliki siluet ringkas dan proporsional yang sangat akrab di jalanan perkotaan. Desain ini membuat pengendara tidak terlihat mencolok saat berhenti di lampu merah.

Bagi pengendara dengan tinggi 178 cm, ergonomi motor ini sangat nyaman. Posisi setang membuat tangan rileks, dan kedua kaki bisa menapak sempurna ke tanah.

Kenyamanan bertambah berkat posisi baterai di bagasi yang membuat dek kaki tidak terlalu tinggi. Efeknya, perjalanan jauh terasa bebas dari gejala kaki menekuk atau jongkok.

Busa jok sengaja dibuat tidak terlalu empuk, sehingga mampu menopang punggung dengan baik dan mengurangi kelelahan.

Fitur Interaktif dan Panel Instrumen

Motor ini bisa dinyalakan dengan dua cara: menggunakan anak kunci konvensional atau menekan tombol petir dua kali pada remot.

Panel instrumen digital sudah mendukung konektivitas Android Auto untuk menampilkan navigasi Google Maps langsung di dasbor.

Namun, ada dua catatan evaluasi. Pertama, pancaran layar terlalu terang dan menyilaukan saat berkendara malam, meski sudah disetel ke mode paling redup.

Kedua, sistem secara otomatis mendeteksi motor sebagai mobil, sehingga pengendara harus mengaktifkan opsi "hindari jalan tol" secara manual agar tidak tersasar.

Performa dan Handling

Penyaluran tenaga melalui tiga mode berkendara terasa sangat halus, dengan kecepatan puncak mencapai 90–95 km/jam di mode Boost.