Padahal, seperti dikatakan John Dewey, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri, bukan sekadar persiapan hidup.

Zuly Qodir, akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, mengingatkan bahwa kewirausahaan bukan sekadar berjualan. Ini tentang bagaimana dosen dan mahasiswa menggunakan imajinasi serta kreativitas untuk menciptakan peluang kerja baru.

Perbandingan antara sistem kaku dan fleksibel dapat dilihat sebagai berikut:

Sistem Pendidikan Kaku

  • Fokus utama: materi pengajaran di kelas.
  • Ruang belajar: terbatas pada ruang kuliah.
  • Pengakuan bakat: hanya nilai akademik formal.
  • Output lulusan: pencari kerja.

Sistem Pendidikan Fleksibel (OBE)

  • Fokus utama: capaian dan kompetensi lulusan.
  • Ruang belajar: universal (magang, riset, organisasi).
  • Pengakuan bakat: konversi SKS untuk prestasi dan kerja.
  • Output lulusan: pencipta peluang.

Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 telah membuka pintu lebar bagi transformasi.

Kini, keputusan ada di tangan kampus: apakah berani melangkah dan percaya pada potensi mahasiswa, atau tetap bertahan di zona nyaman?

Percepatan pembangunan manusia Indonesia tidak akan terwujud jika kampus masih merasa sebagai satu-satunya otoritas ilmu pengetahuan.

>>> Ending Film Masters of the Universe 2026, Apakah Bakal Lanjut Musim Kedua?

Setiap proses belajar, baik di dalam maupun di luar kelas, memiliki nilai yang sama pentingnya bagi pembentukan karakter dan daya saing global.