Penggunaan kecerdasan buatan berwujud fisik ini diharapkan mampu mengatasi krisis demografi dan penurunan jumlah tenaga kerja produktif.

Sejumlah perusahaan teknologi lokal giat merancang robot pembantu domestik. Salah satunya adalah GigaAI yang didukung investasi Huawei, meluncurkan robot asisten rumah tangga bernama SeeLight S1.

Robot beroda dengan dua lengan mekanis tersebut dijadwalkan uji coba di 100 rumah karyawan tahun ini. Selanjutnya akan dipasarkan lebih luas di Wuhan pada paruh pertama 2027.

CEO GigaAI, Zhu Zheng, mengungkapkan bahwa robot asisten SeeLight S1 akan dibanderol sekitar 15.000 dolar AS atau setara Rp 268 juta.

Kekhawatiran Privasi dan Efisiensi

Kendati menawarkan banyak kegunaan, sebagian pengamat masih meragukan efisiensi robot humanoid di lingkungan rumah yang dinamis. Sistem pemantauan terpusat juga memicu kekhawatiran terkait perlindungan privasi pengguna.

Robot humanoid dibekali kamera, mikrofon, dan sensor sensitif untuk mendeteksi area sekitar.

Koneksi data ke platform terpusat berisiko memberi celah bagi otoritas mengakses informasi berskala besar dari dalam rumah pengguna.

Otoritas China menyatakan bahwa penerapan sistem KTP robot humanoid bertujuan menjaga kendali operasional tetap aman.

>>> Google Luncurkan Gemini Go untuk Ponsel Android Spesifikasi Rendah

Namun, analis menilai langkah ini merupakan fondasi regulasi sebelum robot humanoid benar-benar berbaur dengan masyarakat luas.