Harga Mobil Listrik Tiongkok 2026 Melonjak, Ini Pemicu Utamanya
Pasar kendaraan energi baru (NEV) di Tiongkok mengalami lonjakan harga jual pada 2026. Fenomena ini menandai berakhirnya era perang harga yang sebelumnya mendominasi industri.
Kenaikan harga dipicu oleh pembengkakan biaya rantai pasok global. Produsen mulai menyesuaikan banderol untuk menjaga margin keuntungan.
>>> Mendikti Resmi Tiadakan Syarat Serdos 20 JP, Kabar Gembira bagi Dosen 2026
Biaya Komponen Inti Meningkat
Laporan Jiemian News menyebut lebih dari 15 perusahaan otomotif telah menaikkan harga. BYD dan Xiaomi termasuk yang mulai menyesuaikan harga secara bertahap.
Perusahaan patungan juga mengambil langkah serupa. Faktor utama adalah melambungnya harga chip DRAM dan litium karbonat.
Tekanan biaya produksi membuat strategi diskon sulit dipertahankan. Beberapa pabrikan memilih memangkas program insentif penjualan.
Faktor Pemicu Kenaikan Harga
- Peningkatan harga bahan baku logam non-ferrous dan mineral baterai.
- Lonjakan harga komponen teknologi seperti chip DRAM.
- Kenaikan biaya logistik akibat fluktuasi harga minyak dan gas global.
- Inflasi produsen di Tiongkok mencapai titik tertinggi dalam 45 bulan.
- Permintaan pasar yang tinggi membebani kapasitas rantai pasok.
BYD menaikkan harga sistem ADAS berbasis LiDAR. Paket tersebut kini dijual sekitar US$ 1.660 atau lebih dari Rp 27 juta.
>>> Momen Mengejutkan, An Se-young Blak-blakan Kagumi Megawati Hangestri
Kenaikan ini terkait erat dengan harga DRAM yang terus naik. Komponen tersebut sangat krusial untuk komputasi mobil modern.
Pertumbuhan Pasar Tetap Agresif
Meski ada tekanan biaya, antusiasme masyarakat terhadap mobil listrik tidak surut. Pada April 2026, tingkat penetrasi NEV di Tiongkok mencapai 61 persen.
Lebih dari separuh mobil baru yang terjual adalah BEV atau PHEV. Permintaan tinggi menambah tekanan pada ketersediaan baterai dan komponen elektronik.
Para pengamat menilai fase mobil listrik murah di Tiongkok mungkin akan berakhir. Efisiensi rantai pasok menjadi kunci bagi produsen untuk tetap kompetitif.
>>> Bos Pertamina Lubricants Beri Reaksi Mengejutkan Usai Kemenangan Di Giannantonio di MotoGP 2026
Penyesuaian harga diprediksi berlanjut jika ketegangan pasokan material baterai belum teratasi. Konsumen harus bersiap menghadapi harga yang lebih realistis.
Update Terbaru
Modder Fallout 4 Tak Gentar dengan Remaster Resmi Fallout 3
Rabu / 22-07-2026, 06:50 WIB
Pre-order Joy-Con Switch 2 ala Splatoon Raiders Masih Tersedia
Rabu / 22-07-2026, 06:50 WIB
Cara Mendapatkan Serialized Gilded Ruin Camo di Black Ops 7 dan Modern Warfare 4
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
CBS Perluas Jagat NCIS dengan Tiga Seri dalam Satu Malam
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Julio Iglesias Gugat Wakil Perdana Menteri Spanyol
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Janda Malcolm-Jamal Warner Gugat Ibu Aktor Soal Trust Rp19 Miliar
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Penjelajah Temukan Bangkai Pesawat Pan Am 1952 di Lepas Pantai Puerto Rico
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Cyberpunk 2077: Jadi Korporat Jahat yang Impian, Meski Harus Berpikir Keras soal Egois
Rabu / 22-07-2026, 06:45 WIB
Steve McBee Sr Tunjuk Mantan Istri sebagai Presiden Interim McBee Farms
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Badai Parah Landa AS Timur Sebelum Cuaca Lebih Sejuk
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Mutsumi Aoki Luncurkan Manga Baru Seinaru Hime no Kakushigoto
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
WNBA Umumkan Peserta Kontes Tiga Angka All-Star Weekend
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
Warren Buffett Peringatkan Risiko Pasar Saham Meningkat Akibat Valuasi Tinggi
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Savannah Guthrie Kembali ke Today Sebelum Syuting Wordle
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB







