>>> Top 3: Intip Kekayaan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Angkanya Mengejutkan di 2026

Ibrahim memprediksi rupiah akan tetap bergerak fluktuatif di rentang Rp 17.960 hingga Rp 18.030 per dolar AS sepanjang hari Kamis.

Tanggapan Pemerintah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah spekulasi bahwa anjloknya rupiah disebabkan kondisi fiskal pemerintah. Menurutnya, pergerakan kurs lebih dipengaruhi sentimen pasar dan isu yang belum tentu benar.

Purbaya menekankan, pelemahan dalam waktu singkat ini lebih disebabkan spekulasi pelaku pasar. Ia mengimbau publik tidak termakan rumor yang tidak berdasar.

Beberapa isu yang diklarifikasi Menkeu:

  • Isu stress test perbankan: Purbaya membantah memerintahkan perbankan melakukan uji ketahanan dengan skenario kurs di atas Rp 18.000.
  • Kondisi fiskal: fundamental fiskal negara tetap terjaga dan bukan faktor utama pelemahan rupiah.
  • Peran otoritas moneter: masalah nilai tukar merupakan wewenang Bank Indonesia (BI).

Purbaya menyatakan pemerintah memberikan keleluasaan penuh bagi BI untuk menjalankan langkah stabilisasi. Koordinasi antara pemerintah dan otoritas moneter dilakukan secara rutin.

Sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya menjelaskan pertemuan antarotoritas terus berjalan di tingkat deputi setiap bulan.

Jika kondisi mendesak, pemerintah siap menggelar rapat darurat bersama Bank Sentral.

Pelemahan rupiah kali ini tercatat sebagai salah satu momen paling menantang.

Posisi rupiah saat ini sudah melampaui titik terendah pada krisis 1998 (Rp 16.650) dan pandemi Covid-19 (Rp 16.575).

>>> Misbakhun Soroti Konsolidasi Bank 2026: Jangan Hanya Ukur Modal

Pemerintah terus memantau situasi agar tidak berdampak lebih luas terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.