Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pasar Cermati Geopolitik
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menembus level psikologis baru pada pembukaan perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi.
Mata uang Garuda tercatat berada di angka Rp18.001 per dolar AS.
>>> Menteri UMKM Ungkap Alasan CV dan PT Tak Lagi Bisa Gunakan PPh Final per 2026
Berdasarkan data Investing pada pukul 06.20 WIB, rupiah melemah 0,43 persen atau 76,3 poin. Sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp17.966 per dolar AS.
Dalam 24 jam terakhir, rupiah sempat menyentuh titik terendah di Rp18.013 per dolar AS. Angka ini menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat terhadap mata uang negara berkembang.
Respons Pemerintah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa pelemahan rupiah disebabkan oleh kebijakan fiskal yang buruk. Ia menegaskan kondisi fiskal Indonesia justru solid.
Menurutnya, indikator kesehatan fiskal terlihat dari penerimaan pajak yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini merupakan hasil reformasi perpajakan yang dijalankan.
Faktor Eksternal Dominan
Para pengamat pasar menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor eksternal. Ketegangan geopolitik global menjadi pemicu utama kekhawatiran investor.
>>> Kode Redeem Battlezone Saga Gacha Diva Juni 2026, Klaim Hadiah Gratis
Beberapa faktor eksternal yang memengaruhi antara lain ketidakpastian negosiasi AS-Iran, eskalasi konflik di Timur Tengah, lonjakan harga minyak mentah global, serta kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global.
Kombinasi sentimen negatif ini mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman.
Pandangan Analis
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi menyoroti bahwa pasar mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Gangguan pasokan energi dapat berdampak luas pada inflasi global.
Pengamat mata uang Ariston Tjendra menambahkan bahwa peluang rupiah menembus Rp18.000 sudah diprediksi sebelumnya. Ketegangan AS-Iran menjadi penggerak dominan saat ini.
>>> Cek Bansos Mei 2026: Cara Cek BLT Dana Desa Terbaru, Resmi Cair Cepat ke Rekening
Hingga kini, kedua negara belum mencapai kesepakatan damai dan masih terlibat konfrontasi fisik. Kondisi ini dipastikan terus membayangi pergerakan rupiah dalam waktu dekat.
Update Terbaru
Modder Fallout 4 Tak Gentar dengan Remaster Resmi Fallout 3
Rabu / 22-07-2026, 06:50 WIB
Pre-order Joy-Con Switch 2 ala Splatoon Raiders Masih Tersedia
Rabu / 22-07-2026, 06:50 WIB
Cara Mendapatkan Serialized Gilded Ruin Camo di Black Ops 7 dan Modern Warfare 4
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
CBS Perluas Jagat NCIS dengan Tiga Seri dalam Satu Malam
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Julio Iglesias Gugat Wakil Perdana Menteri Spanyol
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Janda Malcolm-Jamal Warner Gugat Ibu Aktor Soal Trust Rp19 Miliar
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Penjelajah Temukan Bangkai Pesawat Pan Am 1952 di Lepas Pantai Puerto Rico
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Cyberpunk 2077: Jadi Korporat Jahat yang Impian, Meski Harus Berpikir Keras soal Egois
Rabu / 22-07-2026, 06:45 WIB
Steve McBee Sr Tunjuk Mantan Istri sebagai Presiden Interim McBee Farms
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Badai Parah Landa AS Timur Sebelum Cuaca Lebih Sejuk
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Mutsumi Aoki Luncurkan Manga Baru Seinaru Hime no Kakushigoto
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
WNBA Umumkan Peserta Kontes Tiga Angka All-Star Weekend
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
Warren Buffett Peringatkan Risiko Pasar Saham Meningkat Akibat Valuasi Tinggi
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Savannah Guthrie Kembali ke Today Sebelum Syuting Wordle
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB







