• Mencetak total tiga gol penting untuk membantu tim meraih poin krusial.
  • Menyumbangkan satu assist melalui umpan-umpan terukur.
  • Dua gol dan satu assist hanya dalam rentang pekan ke-31 hingga pekan ke-34.
  • Tampil konsisten sebagai motor serangan utama di lini tengah dalam 10 pertandingan terakhir.

Pencapaian di level klub tidak luput dari pantauan pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman. Hannan resmi mendapat panggilan untuk memperkuat skuad Garuda dalam FIFA Matchday Juni 2026.

Filosofi Hidup dan Sepak Bola Rayhan Hannan

Putra dari mantan pemain legendaris PSIS Semarang dan Persija Jakarta, Harry Salisbury, ini tetap rendah hati. Ia memiliki pandangan bijak mengenai dinamika kariernya.

Hannan mengibaratkan karier di lapangan hijau seperti roda kehidupan yang terus berputar. Ada momen di puncak performa, ada kalanya di posisi sulit.

"Ya mungkin itu sepak bola gitu. Sama seperti hidup, kadang di atas kadang di bawah.

Tapi saya tidak pernah hilang fokus, saya kerja keras, dan semua akan datang pada waktunya," tutur Hannan.

Motivasi terbesarnya adalah ingin terus memberikan kontribusi terbaik di lapangan. Ia tidak mau memusingkan ekspektasi orang lain.

"Mungkin sama seperti di Persija juga, saya cuma ingin main sepak bola saja.

Saya cuma ingin menunjukkan apa yang saya punya, dan saya tidak mau menunjukkan sesuatu ke orang bahwa saya seperti ini atau seperti itu," lanjut Hannan.

>>> Mendikti: Rekrutmen Dosen PPPK Resmi Dihentikan Mulai 2026

Kehadiran wajah baru seperti Rayhan Hannan diharapkan memberikan warna baru di sektor tengah Timnas Indonesia. PSSI dan tim pelatih terus bersinergi demi prestasi yang lebih baik.