Perjalanan karier Rayhan Hannan di BRI Super League musim 2025/2026 menjadi salah satu kisah inspiratif musim ini.

Gelandang muda Persija Jakarta itu berhasil melewati masa-masa sulit sebelum akhirnya mendapat pengakuan di level tertinggi.

>>> Tips Budidaya Kaktus Hias Jadi Bisnis Cuan, Pebisnis Jogja Bagi Kiat Tanpa Ribet

Pada awal musim, nama Rayhan Hannan jarang muncul di susunan pemain utama Persija. Ia hanya mendapat kesempatan bermain tujuh kali dari total 24 pertandingan awal.

Persaingan di sektor gelandang serang sangat ketat. Posisi Hannan sering terpinggirkan oleh pemain lain.

Ia juga bukan pilihan utama untuk mengisi slot wajib pemain U-23. Regulasi mewajibkan setiap tim menurunkan pemain muda sebagai starter minimal 45 menit pertama.

Pelatih Persija saat itu, Mauricio Souza, lebih sering memberikan kepercayaan kepada Dony Tri Pamungkas dan Arlyansyah Abdulmanan.

Kondisi itu sempat membuat masa depan Hannan di skuad utama penuh tanda tanya.

Kebangkitan di Akhir Musim

Meski menit bermain terbatas, Rayhan Hannan menunjukkan mentalitas baja. Ia tetap fokus berlatih dengan intensitas tinggi dan memberikan kemampuan maksimal di setiap sesi latihan.

Kegigihan itu perlahan membuahkan hasil saat kompetisi memasuki putaran kedua. Pelatih mulai melihat potensi besarnya dan memberikan kepercayaan lebih untuk turun sejak menit awal.

Performa Rayhan Hannan melonjak tajam menjelang akhir musim. Gelandang berusia 22 tahun itu konsisten terlibat dalam sepuluh pertandingan terakhir Persija.

Ia menjadi starter dalam sembilan laga di antaranya. Hannan bertransformasi menjadi elemen penting dalam skema serangan Persija.

>>> Permintaan Membeludak, BYD Kesulitan Penuhi Pesanan Mobil Listrik Terbaru

Catatan statistik impresif Rayhan Hannan menjelang akhir kompetisi: