Jeep Kembali Diproduksi di Tiongkok, Siapkan Dua SUV Off-Road Listrik
Stellantis resmi menghidupkan kembali produksi lokal Jeep di Tiongkok melalui kerja sama dengan Dongfeng Motor Group.
Investasi senilai lebih dari 8 miliar yuan atau sekitar Rp 19 triliun digelontorkan untuk proyek ini.
>>> Mengejutkan, Begini Cara Rifaldy Pakai AI Buat Riset Palsu di Konferensi Dunia 2026
Kesepakatan strategis ini menandai kembalinya Jeep setelah produksi lokal terhenti pada 2022. Sejak saat itu, Jeep hanya mengandalkan impor untuk memasok pasar Tiongkok.
Fokus pada Kendaraan Energi Baru di Wuhan
Pabrik di Wuhan, Tiongkok, akan menjadi basis utama produksi. Fasilitas ini ditargetkan memulai produksi massal pada tahun 2027.
Produksi akan difokuskan pada New Energy Vehicle (NEV). Rencananya, dua model SUV off-road Jeep bertenaga listrik dan dua model Peugeot NEV akan dirakit di sana.
Kendaraan hasil produksi tidak hanya untuk pasar domestik Tiongkok. Stellantis juga menjadikan Wuhan sebagai hub ekspor ke Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
>>> Arsenal Salip Barcelona dalam Perburuan Julian Alvarez
Investasi Besar dan Target Ekspor
Total investasi mencapai 8 miliar yuan, dengan kontribusi Stellantis sekitar 130 juta euro. Kerja sama ini mencakup pengembangan teknologi elektrifikasi dan sistem hybrid yang lebih efisien.
CEO Stellantis, Antonio Filosa, menyebut langkah ini vital untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar kendaraan listrik global. Tiongkok dinilai sebagai pemimpin adopsi kendaraan elektrifikasi dunia.
Dengan produksi lokal, Jeep diharapkan bisa bersaing dengan merek lokal seperti BYD dan Leapmotor. Inovasi teknologi menjadi kunci untuk mempertahankan karakter off-road yang tangguh namun ramah lingkungan.
>>> Tiga Pembalap Terancam Absen di MotoGP Italia 2026, Termasuk Marc Marquez
Peugeot juga akan mengembangkan model NEV terbaru menggunakan basis teknologi dari Dongfeng. Sinergi lintas merek ini memungkinkan Stellantis mempercepat penetrasi pasar global dengan biaya lebih optimal.
Update Terbaru
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Kunjungi Indonesia 15 Juni 2026
Sabtu / 13-06-2026, 00:33 WIB
XLSmart Luncurkan Ekosistem Digital ESTA untuk Percepat Transformasi Korporasi
Sabtu / 13-06-2026, 00:32 WIB
Pemerintah Jajaki Sistem Hukum Khusus untuk Pusat Keuangan Internasional
Sabtu / 13-06-2026, 00:32 WIB
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 Antisipasi Perubahan Hukum Pidana
Sabtu / 13-06-2026, 00:32 WIB
Australia Tekuk Indonesia 1-0 di Semifinal Piala AFF U19
Sabtu / 13-06-2026, 00:32 WIB
Bartomeu Ungkap Barcelona Gagal Dapatkan Vinicius Junior dan Mbappe
Sabtu / 13-06-2026, 00:32 WIB
Mantan Pembalap F1 Alex Zanardi Meninggal di Usia 59 Tahun
Sabtu / 13-06-2026, 00:31 WIB
Barcelona Incar Julian Alvarez Jadi Target Utama Bursa Transfer
Sabtu / 13-06-2026, 00:31 WIB
Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Pertalite Aman di Seluruh Indonesia
Sabtu / 13-06-2026, 00:29 WIB
Saham SpaceX Melonjak 20 Persen pada Debut Perdagangan Perdana di Nasdaq
Sabtu / 13-06-2026, 00:29 WIB
Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Pertalite Aman di Seluruh SPBU
Sabtu / 13-06-2026, 00:29 WIB
Cara Aktifkan TikTok PayLater Terbaru Tahun 2026
Sabtu / 13-06-2026, 00:29 WIB
Edin Dzeko Siap Pimpin Bosnia di Piala Dunia 2026 di Usia 40 Tahun
Sabtu / 13-06-2026, 00:29 WIB
Indonesia dan Malaysia Perkuat Kesejahteraan Warga Perbatasan Lewat Sosek Malindo
Sabtu / 13-06-2026, 00:28 WIB






