Prestasi seperti Ngô “crazyguy” Công Anh yang meraih gelar IGL of the Year menjadi indikator kekuatan mereka.

Keberhasilan tim Fancy United menjuarai APAC Predator League turut memperkuat status Vietnam sebagai kekuatan baru.

Perkembangan positif ini meyakinkan Riot Games bahwa Vietnam siap menjadi pusat esports di kawasan.

Ho Chi Minh City dan Rekam Jejak Esports

Kota Ho Chi Minh sudah memiliki pengalaman menyelenggarakan turnamen esports skala regional. Pada Agustus 2025, kota ini menjadi tuan rumah VALORANT Challengers SEA Split 3 Playoffs di VPStudio.

Turnamen tersebut menyajikan kejutan saat Motiv Esports menumbangkan tim unggulan FULL SENSE di final. Motiv Esports membawa pulang hadiah sebesar 10 ribu dolar AS.

Keberhasilan mengelola turnamen regional menjadi modal berharga bagi kota ini untuk naik kelas.

Riot Games melihat potensi besar pada infrastruktur dan manajemen lokal untuk menangani event tier-1 yang jauh lebih besar.

Daya Tarik bagi Penggemar dan Dampak Ekonomi

Sebagai pusat inovasi teknologi di Vietnam, Ho Chi Minh City memiliki budaya gaming yang kuat di kalangan anak muda.

Infrastruktur kota yang modern dinilai mendukung kebutuhan logistik turnamen internasional.

Pihak penyelenggara memprediksi ribuan pendukung dari berbagai negara Asia Pasifik akan terbang ke Vietnam. Kedatangan turis esports ini akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Rangkaian kegiatan menarik akan memanjakan pengunjung selama turnamen:

  • Sesi temu sapa (fan meeting) dengan pemain profesional dari berbagai negara.
  • Booth komunitas dengan berbagai aktivitas interaktif bagi pengunjung lokal dan mancanegara.
  • Penjualan merchandise eksklusif VCT Pacific yang hanya tersedia selama turnamen.
  • Area bermain game dan pameran teknologi terbaru dari mitra resmi.