Perusahaan tetap optimis dalam menjalankan rencana bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya.

>>> Menteri UMKM Ungkap Alasan PT dan CV Tak Lagi Dapat PPh Final 0,5% Mulai 2026

Capaian Keuangan dan Target Masa Depan

Meski menghadapi tantangan di pasar saham, GOTO melaporkan pencapaian sejarah baru pada kuartal pertama tahun 2026. Untuk pertama kalinya, perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp171 miliar.

Keberhasilan ini disokong oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai angka Rp5,3 triliun.

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 26 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berikut ringkasan indikator performa keuangan GOTO tahun 2026:

  • Laba Bersih Kuartal I: Rp171 Miliar (laba kuartalan perdana dalam sejarah perusahaan).
  • Pendapatan Bersih: Rp5,3 Triliun (tumbuh 26 persen dibandingkan tahun lalu).
  • Target EBITDA Grup: Rp3,2 - Rp3,4 Triliun (proyeksi setahun penuh dengan efisiensi yang ketat).
  • Peningkatan EBITDA: 60 persen (target kenaikan performa dibanding tahun sebelumnya).

Data di atas memperlihatkan bahwa fokus GOTO saat ini beralih pada upaya menjaga profitabilitas secara berkelanjutan.

Perusahaan tetap optimis bisa mencapai target EBITDA yang telah disesuaikan untuk sepanjang tahun berjalan.

Joel Ellis menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa fokus utama GOTO tetap pada pertumbuhan yang disiplin.

>>> IHSG Longsor 4 Persen, Purbaya Minta Investor Jangan Takut dan Jamin Hal Ini di 2026

Langkah ini diambil guna memberikan nilai tambah bagi seluruh pelanggan dan pemegang saham dalam jangka panjang.