Petenis tunggal putri nomor satu dunia Aryna Sabalenka tersingkir di babak perempat final Roland-Garros 2026. Ia ditaklukkan oleh Diana Shnaider pada Rabu, 3 Juni 2026.

Sabalenka mengalami penurunan performa drastis dengan kehilangan sepuluh gim terakhir secara berturut-turut. Padahal, ia sempat memimpin jalannya pertandingan.

>>> Diana Shnaider Kalahkan Aryna Sabalenka di Perempat Final French Open

Kekecewaan Sabalenka

Usai pertandingan, Sabalenka menghadiri konferensi pers dengan perasaan kecewa. Ia mengungkapkan rasa frustrasinya secara terbuka di hadapan awak media.

"No thoughts, no emotions. I want to quit tennis right now.

We'll see in a few days if I'm back on track," kata Sabalenka.

Sabalenka menjelaskan situasi di lapangan, khususnya saat memasuki gim-gim krusial di akhir set kedua. Kegagalan memanfaatkan peluang menjadi titik balik yang menguntungkan lawan.

"I had very decent opportunities in the second set. I screwed up, and then she stepped in and she played great.

I felt like mentally I couldn't really recover after the second set. I think that was the mistake for me," ujarnya.

Rentetan kekalahan gim secara beruntun diakui Sabalenka sebagai momen yang jarang terjadi dalam kariernya. Ia merasakan tekanan mental yang sangat berat di tengah pertandingan.

"I guess mentally I got into a very deep, deep dark hole over there, and I just couldn't get back on track mentally," katanya.

Kritik terhadap Atap Stadion

Faktor kondisi cuaca yang berangin juga menjadi sorotan Sabalenka. Penyelenggara turnamen dikritik karena tetap membuka atap stadion meskipun angin kencang.

"I don't know why they would keep the roof open when it was crazy windy.