But how can I complain if for almost the whole match everything was working okay for me, and then it just slipped away?"

katanya.

Sabalenka menegaskan tidak mengajukan permintaan resmi untuk menutup atap stadion. Pemikiran berlebih mengenai rekam jejaknya di Grand Slam tanah liat diduga ikut memengaruhi fokus bertanding.

"Maybe I'm focusing too much on the fact that I've never won a Slam on them, and that makes me overthink things," ujarnya.

Kesulitan bermain di lapangan tanah liat dan rumput dinilai masih menjadi hambatan. Evaluasi mendalam diakui perlu dilakukan untuk mengendalikan emosi di momen-momen penting.

>>> Cristiano Ronaldo Incar Trofi Piala Dunia 2026 Bersama Portugal

"I really feel great on clay, I feel great on grass.

Maybe I'm focusing too much on the fact that I've never won a Slam on them, and that makes me overthink things, makes me over-emotional at some moments.

This is something I actually have to step back from and try to find a solution," katanya.

Kombinasi antara kesalahan sendiri dan meningkatnya agresivitas Shnaider membuat tekanan berbalik kepada Sabalenka. Situasi tersebut sulit dikendalikan ketika lawan bermain tanpa rasa takut.

"Sometimes it's really tough to hold the pressure and put it back on her," ujarnya.

Pertandingan ini dinilai memiliki kemiripan dengan pola kekalahannya di babak final turnamen tahun lalu.

Namun, pengalaman panjang di dunia tenis profesional membuatnya optimistis bisa keluar dari masalah mental ini.

"Well, what doesn't kill us makes us stronger, I guess. At some point I'll figure out the situation and we'll get back tougher," katanya.