Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, harus mengakhiri langkah lebih awal di Polytron Indonesia Open 2026.

Mereka kalah di babak pertama dari wakil China, Chen Bo Yang dan Liu Yi.

>>> Gema 'Ea Ea' di Istora Senayan 2026, Senjata Rahasia Atlet Raih Juara

Pertandingan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. Fajar/Fikri takluk dalam dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 14-21 dalam waktu 37 menit.

Jalannya Pertandingan

Sejak awal gim pertama, Fajar/Fikri kesulitan mengembangkan permainan. Mereka tertinggal 1-7 dan hanya mampu mengumpulkan 4 poin saat interval.

Setelah jeda, sempat mendekat ke angka 13-17, namun lawan mencetak empat poin beruntun untuk menutup gim pertama.

Gim kedua pun tak berbeda: pasangan China langsung unggul 3-10 dan terus mendominasi hingga akhir.

Fajar/Fikri kewalahan menghadapi serangan bertubi-tubi. Pertahanan rapat lawan membuat variasi serangan mereka tak efektif, sementara serangan balik Chen/Liu sangat mematikan.

>>> Timnas Putri Indonesia Takluk 0-2 dari Singapura di Laga Persahabatan

Permohonan Maaf dan Evaluasi

Usai pertandingan, Fajar Alfian menyampaikan permohonan maaf kepada penggemar bulu tangkis Indonesia. Ia mengakui performa kali ini sangat jauh dari ekspektasi.

Fajar bahkan menyebut laga tersebut sebagai penampilan terburuk selama ia berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri. Ia menilai lawan tampil sangat siap dan disiplin dalam menjalankan strategi.

Evaluasi ini menjadi catatan penting bagi Fajar/Fikri untuk bangkit di turnamen mendatang. Kegagalan menembus pertahanan lawan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Hasil Lain Wakil Indonesia

Meski Fajar/Fikri tersingkir, beberapa wakil Indonesia lain masih berjuang. Raymond/Joaquin berhasil mengalahkan pasangan Jepang dan lolos ke babak kedua.

Alwi Farhan melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Jonatan Christie. Sementara Fadia/Tiwi menang atas unggulan Korea Selatan.

>>> 3 Kandidat Pembalap Tim Valentino Rossi MotoGP 2026, Nicolo Bulega Jadi Favorit Terbaru

Kekalahan Fajar/Fikri menambah daftar unggulan yang gugur lebih awal. Konsistensi dan kesiapan fisik serta mental menjadi krusial di turnamen level Super 1000 ini.