Rekan duetnya, Muhammad Shohibul Fikri, mengonfirmasi bahwa segala daya upaya telah dikerahkan sejak awal gim, namun pertahanan Chen/Liu tetap kokoh.

"Usaha pasti ada, dari awal juga kami selalu berusaha.

>>> Chris Evert Kritik Keras Aryna Sabalenka Usai Tersingkir di Prancis Terbuka

Cuma memang di saat kami sedang berusaha, mereka juga bermain sangat solid, defense mereka sangat kuat," kata Fikri.

Fikri menambahkan bahwa hilangnya ketenangan di poin-poin krusial turut berkontribusi pada kegagalan mereka.

"Jadinya kami berdua banyak melakukan kesalahan sendiri, kurang sabar," ujar Fikri.

Ganda Putri Juga Tersisih

Dari sektor ganda putri, pasangan Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu juga tersisih di babak 32 besar.

Mereka harus mengakui keunggulan duet Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, melalui pertandingan ketat dengan skor 18-21, 19-21.

Apriyani Rahayu menyatakan bahwa kekalahan ini memaksa mereka melakukan introspeksi mendalam, termasuk mengalihkan fokus dari pengumpulan poin kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 demi perbaikan kualitas dasar permainan.

"Jujur, kami sekarang tidak fokus untuk mengejar poin (kualifikasi Olimpiade). Pasti kemauan main di Olympic itu ada, siapa sih yang nggak mau?"

ujar Apriyani.

Ganda putri Indonesia ini memilih menitikberatkan evaluasi pada aspek teknis dan nonteknis, seperti pola koordinasi dan komunikasi internal saat bertanding.

"Yang menjadi PR kami ke depannya: cara kami bermain, pola permainan kami, dan salah satunya lagi komunikasi kami.

Jadi kami mau step by step memperbaiki itu dulu," ujarnya.

Lanny Tria Mayasari menambahkan, program terdekat mereka adalah memaksimalkan keikutsertaan pada beberapa turnamen skala prioritas yang telah dirancang tim pelatih.

"Masih ada sisa beberapa bulan lagi tahun ini.

>>> Aryna Sabalenka Tersingkir dari Prancis Terbuka Usai Alami Penurunan Performa Drastis

Dari pelatih juga sudah ada beberapa turnamen yang menjadi prioritas untuk kami kejar sampai akhir musim," ucap Lanny.