Legenda tenis Amerika Serikat, Chris Evert, melontarkan kritik tajam terhadap performa Aryna Sabalenka di Prancis Terbuka.

Petenis nomor satu dunia itu tersingkir secara mengejutkan setelah kalah dari Diana Shnaider dengan skor 6-4, 5-7, 0-6.

>>> Aryna Sabalenka Tersingkir dari Prancis Terbuka Usai Alami Penurunan Performa Drastis

Pertandingan berlangsung di Paris dengan kondisi angin kencang. Evert, yang bertugas sebagai komentator TNT Sports, mengaku tidak percaya dengan apa yang disaksikannya.

"Saya tidak percaya dengan apa yang baru saja saya lihat. Diana Shnaider bangkit, sepertinya dia akan kalah, tapi dia bertahan," ujar Evert.

Kritik Terhadap Adaptasi Sabalenka

Evert menilai kegagalan Sabalenka disebabkan oleh masalah penempatan waktu pukulan. Ia juga dinilai tidak mampu mengantisipasi embusan angin di lapangan.

"Mimpi Aryna harus menunggu satu tahun lagi untuk mencoba memenangkan Prancis Terbuka. Dia tidak memiliki timing hari ini dan tidak bereaksi terhadap angin dengan baik.

Dia kaku, kehilangan keseimbangan, dan tidak tampil baik," kata Evert.

Evert juga mempertanyakan keputusan taktis Sabalenka yang tetap memaksakan pukulan ke arah garis lapangan dalam cuaca buruk. Menurutnya, sikap keras kepala Sabalenka menguntungkan Shnaider.

>>> Diana Shnaider Tembus Semifinal Roland Garros Usai Tekuk Aryna Sabalenka

"Apakah dia tidak tahu cara bermain dalam angin?

Sebagian besar pemain top tahu cara melakukan penyesuaian dan lebih fleksibel, tapi dia terus mengarahkan pukulan ke garis, yang menurut saya tidak cerdas," tambah Evert.

Perubahan situasi terjadi saat kedudukan 4-1 di set kedua. Shnaider mulai melepaskan pukulan forehand agresif secara konsisten tanpa mampu dibendung Sabalenka.

"Pada 4-1, Diana mulai memukul forehand ke garis, dan dia bermain all-out. Dia pikir dia sudah keluar dari pertandingan, jadi tidak ada yang hilang.

Dia terus memukul forehand ke garis dan menjaga tempo tanpa pernah berhenti. Pertandingan yang luar biasa; dia akan bertahan di sini," jelas Evert.

Kekalahan ini mengulang momen keruntuhan performa Sabalenka seperti pada final Roland Garros tahun lalu.

>>> Timnas Putri Indonesia Kalah 0-2 dari Singapura di Bandung

Padahal, bagan turnamen dinilai sangat terbuka karena ia dijadwalkan menghadapi petenis kualifikasi Maja Chwalińska jika lolos.