Petenis unggulan ke-25 Diana Shnaider menembus semifinal Grand Slam untuk pertama kalinya setelah menumbangkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka di perempat final Roland Garros pada Rabu, 3 Juni 2026.

Kemenangan luar biasa diraih Shnaider lewat pertandingan sengit selama 2 jam 12 menit dengan skor akhir 3-6, 7-5, 6-0.

>>> Timnas Putri Indonesia Kalah 0-2 dari Singapura di Bandung

Hasil ini sekaligus menghentikan rekor Sabalenka yang selalu mencapai semifinal dalam enam Grand Slam berturut-turut.

Pertandingan di Lapangan Philippe-Chatrier menjadi momen perdana bagi Shnaider yang baru berusia 22 tahun untuk tampil di perempat final Grand Slam sekaligus menghadapi petenis peringkat satu dunia.

Petenis kidal ini sempat tertinggal 3-6 dan 1-4 sebelum akhirnya bangkit dengan merebut 12 dari 13 game berikutnya.

Ia menyapu bersih 10 game terakhir secara beruntun dari posisi tertinggal 5-3.

Sebaliknya, performa Sabalenka merosot tajam akibat hembusan angin kencang di lapangan hingga melakukan 57 unforced errors, dengan 17 di antaranya terjadi pada set penentu.

Catatan tersebut menjadi momen pertama bagi Sabalenka kehilangan set dengan skor 6-0 sejak kalah dari Donna Vekic pada set ketiga babak kedua turnamen Dubai 2024.

Kemenangan ini menjadi keunggulan kedua bagi Shnaider atas petenis peringkat 10 besar dunia dari 16 pertemuan, setelah sebelumnya ia mengalahkan Coco Gauff di babak ketiga Toronto 2024.

Hasil tersebut juga menempatkan Shnaider sebagai pemain aktif termuda kedua yang memiliki catatan semifinal Grand Slam, tepat di bawah petenis berusia 19 tahun, Mirra Andreeva, yang juga menembus empat besar di Paris.

>>> Satoru Mochizuki Waspadai Singapura Jelang Laga Timnas Putri Indonesia