Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka tersingkir dari Prancis Terbuka secara mengejutkan. Ia kalah dari Diana Shnaider dalam perebutan tiket semifinal di Lapangan Philippe Chatrier pada Rabu sore.

Sabalenka awalnya memimpin dengan skor 6-3 dan 4-1. Namun, ia akhirnya menelan kekalahan 6-3, 5-7, 0-6 setelah kehilangan 10 gim secara beruntun.

>>> Diana Shnaider Tembus Semifinal Roland Garros Usai Tekuk Aryna Sabalenka

Petenis berusia 28 tahun itu tampak sangat kesulitan saat angin kencang mulai berembus di lapangan.

Momen ini mengulang kejatuhannya saat kalah dari Coco Gauff di final Prancis Terbuka tahun lalu.

Reaksi Legenda Tenis

Mantan petenis nomor satu Inggris, Tim Henman, mengaku sangat terkejut dengan runtuhnya permainan Sabalenka. Ia menyebutnya sebagai momen kegagalan total.

Legenda tenis peraih 18 gelar grand slam, Chris Evert, juga terkejut melihat perubahan situasi yang dramatis. Evert menjadi komentator di TNT Sports.

"Saya belum pernah melihatnya unggul satu set dan 4-1, bermain cukup baik, lalu tiba-tiba permainannya hancur," kata Evert.

Evert menilai turnamen ini sangat diimpikan Sabalenka sepanjang tahun. Namun, sang petenis tiba-tiba kehilangan sentuhannya secara tidak percaya diri.

"Ini turnamen impiannya; dia memimpikannya sepanjang tahun. Tiba-tiba dia kehilangan perasaannya.

Ini sungguh tidak bisa dipercaya," ujar Evert.

>>> Timnas Putri Indonesia Kalah 0-2 dari Singapura di Bandung

Pemenang tujuh kali Prancis Terbuka itu menilai Sabalenka harus belajar menyesuaikan gaya permainan saat cuaca tidak mendukung. "Saya rasa dia belum belajar bermain dalam angin.

Angin membutuhkan gerakan kaki dan penyesuaian langkah di sekitar bola," tuturnya.

Evert memperhatikan Sabalenka mulai melayangkan protes kepada timnya di tengah set kedua. Ia menyampaikan teori mengenai penyebab kolapsnya performa tersebut.

"Bagaimana dengan ini? Lima unggulan teratas telah kalah.

Mungkin itu ada di pikirannya, 'Saya harus menang sekarang'. Ada sejuta alasan mengapa ini bukan pekan baginya," ucap Evert.

Mantan pelatih Coco Gauff, Brad Gilbert, mengeklaim lewat cuitan di media sosial X bahwa Sabalenka kehilangan kendali permainan.

Jurnalis tenis Marcus Buckland juga menyatakan ketidakpercayaannya atas kegagalan total petenis peringkat satu dunia itu di Paris yang berangin.

Kemenangan ini mengantarkan Diana Shnaider yang merupakan unggulan ke-25 untuk menghadapi petenis kualifikasi Maja Chwalinska di babak semifinal.

>>> Satoru Mochizuki Waspadai Singapura Jelang Laga Timnas Putri Indonesia

Sementara itu, pertandingan semifinal lainnya akan mempertemukan Marta Kostyuk dan Mirra Andreeva.