Perum Bulog mencatat pencapaian signifikan dalam pengadaan pangan nasional pada awal Juni 2026.

Hingga Rabu (3/6/2026), perusahaan umum milik negara ini telah berhasil menyerap gabah dan beras dari petani sebanyak 3.008.626 ton.

>>> Prudential Indonesia Catat Kenaikan Premi Tradisional 16% di 2026

Jumlah ini mencerminkan progres yang sangat positif karena sudah mencapai 75 persen dari target serapan beras nasional.

Tahun ini, pemerintah melalui Bulog mematok target total penyerapan sebanyak 4 juta ton.

Rekor Serapan Tertinggi dalam Semester Pertama

Volume penyerapan yang mencapai angka 3 juta ton lebih ini menjadi catatan sejarah baru bagi operasional Bulog.

Realisasi tersebut berhasil dicapai dalam kurun waktu kurang dari enam bulan sepanjang tahun berjalan.

Ahmad Rizal Ramdhani selaku Direktur Utama Perum Bulog menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan tim di lapangan dalam mengamankan hasil panen petani.

Ia menyebutkan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga sektor pertanian.

Menurut Rizal, serapan maksimal ini bertujuan untuk memberikan kepastian bahwa hasil jerih payah petani dapat terserap dengan harga yang layak.

Selain itu, langkah masif ini merupakan pilar utama dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat nasional.

Poin penting mengenai realisasi serapan beras Bulog per Juni 2026:

  • Volume serapan gabah dan beras telah menyentuh angka 3.008.626 ton.
  • Angka tersebut setara dengan 75 persen dari target tahunan sebesar 4 juta ton.
  • Capaian ini menjadi rekor penyerapan tercepat dan tertinggi dalam semester pertama tahun berjalan.
  • Sentra Penggilingan Padi Bulog, termasuk fasilitas Silo di Kendal, berperan aktif dalam memproses gabah kering giling (GKG).

Melalui optimalisasi fasilitas modern, Bulog kini memiliki kapasitas penyimpanan dan pengolahan yang jauh lebih mumpuni dibanding tahun-tahun sebelumnya.