PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memiliki ambisi besar memperluas jaringan rel kereta api.

Perusahaan pelat merah itu menargetkan panjang rel aktif mencapai 60.000 kilometer pada 2045.

>>> 5 Hal Penting Saat Tunjuk PIC Coretax Pajak Terbaru 2026, Aman dan Tanpa Ribet

Target tersebut merupakan bagian dari peta jalan strategis perusahaan. KAI ingin bertransformasi menjadi operator kereta api kelas dunia.

Lima Fase Pengembangan

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan visi tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta Pusat.

Ia mengatakan perusahaan telah menyusun rencana dalam lima tahapan hingga 2045.

Fase pertama hingga 2030 fokus pada perluasan jaringan rel hingga lebih dari 7.000 km. Pendapatan perusahaan juga ditargetkan meningkat signifikan.

Fase kedua pada 2030-2035 bertujuan meningkatkan kapasitas operasional. Pada fase ini KAI mengejar standar kemampuan inti kelas dunia sebagai titik balik transformasi.

Fase ketiga pada 2035-2045 merupakan akselerasi pembangunan infrastruktur rel. KAI akan menghubungkan lebih banyak wilayah di Indonesia.

Fase keempat adalah integrasi sistem operasional dengan standar keselamatan dan ketepatan waktu internasional.

Fase kelima atau puncak pada 2045 menargetkan jaringan rel aktif sepanjang 37.000 hingga 60.000 km.

Proyeksi Jaringan dan Pendapatan

Saat ini panjang jaringan rel aktif di Indonesia sekitar 6.700 km. Dengan panjang tersebut, KAI membukukan pendapatan Rp35,7 triliun.

>>> Cara Cek NIK BPJS Ketenagakerjaan Online Terbaru 2026, Praktis Tanpa Ribet!

Pada 2030, KAI memproyeksikan panjang rel aktif melampaui 7.000 km. Pendapatan perusahaan ditargetkan melonjak hingga Rp66 triliun.

Setelah 2030, KAI memasuki titik balik transformasi yang krusial. Fokus utama adalah mencapai standar dunia dalam kemampuan inti operasional.