Rupiah Tembus Rp17.966 per Dolar AS, BI Terapkan Strategi Baru
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan hebat. Pada perdagangan terbaru, mata uang Garuda menembus level terendahnya.
Pada pembukaan pasar hari ini, rupiah tercatat di posisi Rp17.897 per dolar AS. Pelemahan terus berlanjut hingga sesi penutupan perdagangan.
>>> Cara Cek Desil Bansos 2026 Online: Panduan Mudah dan Cepat
Rupiah akhirnya terparkir di level Rp17.966,5 per dolar AS. Angka ini mencerminkan volatilitas tinggi di pasar keuangan saat ini.
Strategi Bank Indonesia dalam Menghadapi Gejolak Rupiah
Menanggapi situasi ini, Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan serangkaian langkah strategis. Fokus utama bank sentral adalah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau dinamika pasar. BI berkomitmen untuk selalu hadir di pasar guna mengambil tindakan yang diperlukan.
Langkah konkret yang ditempuh Bank Indonesia meliputi intervensi pasar secara konsisten. BI aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk memastikan mekanisme pasar berjalan semestinya.
Bank sentral juga memastikan penyediaan likuiditas valas. Ketersediaan pasokan dolar AS di dalam negeri tetap mencukupi kebutuhan pelaku usaha.
Optimalisasi instrumen kebijakan dilakukan secara terukur. Penggunaan berbagai perangkat kebijakan moneter bertujuan menstabilkan volatilitas nilai tukar.
Penguatan cadangan devisa juga menjadi prioritas. Langkah-langkah strategis diambil untuk menjaga level cadangan devisa agar tetap aman.
Ramdan menambahkan bahwa stabilitas rupiah sangat bergantung pada kelancaran transaksi di pasar. BI berupaya keras menjaga keseimbangan likuiditas yang dibutuhkan investor dan pelaku ekonomi riil.
Pembatasan Pembelian Valuta Asing Tanpa Underlying
Selain intervensi langsung, Bank Indonesia menerapkan regulasi baru yang ketat terkait transaksi mata uang asing. Kebijakan ini menyasar pembelian valas yang tidak disertai dokumen pendukung atau underlying transaction.
Update Terbaru
Perusahaan AI Sembunyikan Utang Raksasa di Luar Neraca
Kamis / 23-07-2026, 01:21 WIB
Short Seller Raup Untung Besar saat Saham SpaceX Anjlok
Kamis / 23-07-2026, 01:20 WIB
Mantan Pimpinan Ultima Online: MMO Akhirnya Bebas dari Bayang-Bayang World of Warcraft
Kamis / 23-07-2026, 01:20 WIB
Kurangi Garam Seminggu, Tekanan Darah Langsung Turun
Kamis / 23-07-2026, 01:20 WIB
Serikat Pekerja Kecam Perlakuan Bethesda terhadap Karyawan Montreal yang Di-PHK
Kamis / 23-07-2026, 01:15 WIB
Anime Chainsmoker Cat Umumkan Pengisi Suara Baru untuk Episode 4
Kamis / 23-07-2026, 01:15 WIB
Sony Luncurkan Kamera Sinema FX5 dengan Persyaratan Kartu VPG400
Kamis / 23-07-2026, 01:14 WIB
Victor Wembanyama Jadi Bintang Sampul NBA 2K27, Kalahkan Jalen Brunson
Kamis / 23-07-2026, 01:14 WIB
NBA 2K27 Resmi Umumkan Wembanyama, Clark, dan Rose sebagai Cover Athletes
Kamis / 23-07-2026, 01:14 WIB
Courtney Stodden Terima Permintaan Maaf Jason Alexander atas Sketsa Kontroversial
Kamis / 23-07-2026, 01:14 WIB
Haley Stevens Bela Iklan Kampanye 'Stick It to 'Em' yang Viral
Kamis / 23-07-2026, 01:14 WIB
Athletic Club Hadapi Sestao River di Laga Uji Coba Ketiga
Kamis / 23-07-2026, 01:10 WIB
Katie Holmes dan Kekasih Baru Jason Bard Yarmosky Makin Mesra
Kamis / 23-07-2026, 01:10 WIB
LeBron James Ditawari Fasilitas Golf Simulator Gratis dari Cleveland dan Philadelphia
Kamis / 23-07-2026, 01:10 WIB







