Pembalap penguji resmi Honda Racing Corporation (HRC), Aleix Espargaro, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Alberto Puig.

Espargaro meyakini Puig tetap memegang peranan vital di internal tim meskipun jabatannya segera berganti.

>>> Sumardji Ungkap Rencana TC Timnas Indonesia di Bali: Target Juara Piala AFF 2026

Kabar mengenai perubahan struktur organisasi ini muncul menjelang seri balapan MotoGP Catalunya 2026. Honda secara resmi mengumumkan bahwa Alberto Puig akan mengakhiri masa tugasnya sebagai manajer tim.

Meski tidak lagi menjabat sebagai manajer, Puig tetap berada di lingkungan HRC dengan tanggung jawab baru.

Mulai musim balap 2027, ia akan bertransisi menjadi penasihat senior bagi tim pabrikan asal Jepang tersebut.

Rekam Jejak Strategis Alberto Puig

Alberto Puig pertama kali dipercaya sebagai Manajer Tim HRC pada musim 2018. Ia menggantikan posisi kepemimpinan yang ditinggalkan oleh Livio Suppo.

Selama masa kepemimpinannya, Puig memiliki catatan prestasi yang mentereng bersama tim Repsol Honda. Ia berhasil mengawal Marc Marquez meraih dua gelar juara dunia terakhirnya untuk Honda.

Puig merupakan satu-satunya figur manajer senior yang bertahan saat Honda melakukan perombakan besar-besaran. Restrukturisasi internal tersebut terjadi menyusul keputusan Marc Marquez hengkang pada akhir 2023.

Aleix Espargaro mengungkapkan pandangannya mengenai kualitas kepemimpinan Puig. Menurutnya, Puig adalah tipe manajer tim yang luar biasa karena sangat peduli terhadap kondisi para pembalap.

>>> Wabah Ebola Hambat Persiapan Timnas Kongo Menuju Piala Dunia 2026

  • Mulai menjabat: 2018 menggantikan Livio Suppo sebagai Manajer Tim HRC.
  • Prestasi utama: mendampingi Marc Marquez meraih dua gelar juara dunia terakhir untuk Honda.
  • Peran mendatang: transisi menjadi penasihat senior mulai musim MotoGP 2027.
  • Karakteristik: dikenal loyal dan selalu membela kepentingan pembalap.